Sunday, 05 April 2020


14 Hari yang Menentukan untuk Menyudahi Wabah Virus Corona

21 Mar 2020, 08:21 WIBEditor : Ahmad Soim

Berbagai bentuk antisipasi penyebaran virus Corona di BBPP Ketindan | Sumber Foto:BBPP Ketindan

 

TABLOIDSINARTANI.COM - Mungkin sudah pada tahu bahwa standar karantina itu 14 hari. Tapi ada baiknya kita segarkan kembali ingatan kita mengapa kok dipilih 14 hari, bukan jumlah hari lainnya.

 

Dalam hal ini kita harus buka dulu buku Virologi dan  Dasar⊃2; Immunologi di jaman kita kuliah dulu. Kita ingat bahwa perjalanan penyakit itu dimulai dari timbulnya infeksi pada individu. Katakanlah infeksi Covid-19 yang lagi marak maraknya seperti saat ini. 

 

Misalkan tubuh individu mulai terinfeksi. Maka si virus ini yang mempunyai habitat di saluran pernafasan mulai menyerang. Individu tersebut diawal⊃2; (hari 1-2) akan bersin⊃2; untuk berusaha mengeluarkan virus sebagai reflek host atau inang. Apabila serangan virus cukup kuat maka individu atau host tersebut akan ingusan, meler di hari⊃2; berikutnya (hari 3-4). ini untuk gejala flu dari OrthoMYXOVIRIDAE.  Tetapi untuk Covid-19 gejala ingusan dan meler ini tidak harus ada. Berikutnya terjadilah demam. Terus berlanjut bisa menyerang saluran nafas kita sampai paru paru.

 

Tubuh individu atau host tersebut pada hari ke 7 segera mengeluarkan kode agar mengerahkan bala tentaranya yaitu antibodi yang berasal dari sel darah putih, untuk melawan virus yg dianggapnya sebagai benda asing. Kenapa 7 hari ? Karena dibutuhkan host untuk mengenal virus tersebut dan  mengkodenya bahwa ada virus dengan kode tertentu menyerang tubuh. Antibodi kemudian mengenal kode tersebut dan menyerangnya. Dengan mekanisme perlawanannya maka sel⊃2; individu tersebut dilindungi dan virus dilumpuhkannya secara bertahap dan simultan. Pada keadaan ini tubuh masih mengalami demam. Seiring dengan keberhasilan antibodi menumpas si virus maka secara perlahan kadar antibodi diperintahkan menurun terus sampai hari ke 14 dan di hari ke 21 perang telah usai benar⊃2; sehingga antibodi kembali ke tempatnya. 

 

Ini kalau individu tersebut statusnya sehat. Tetapi kalau kebetulan dia memiliki riwayat sakit sebelumnya atau mereka yg  tergolong rentan , misalnya mengidap bronchitis, asma, diabetes, darah tinggi atau orang lansia yang rentan maka dapat saja jatuh sakit dan bahkan dapat timbul hal yg lebih fatal yaitu meninggal.

 

Oleh karena itu, banyak orang yang bisa sembuh dari Covid -19 karena pada umumnya statusnya sudah sehat tapi tertular. Sedangkan yg sakit dan meninggal itu adalah orang⊃2; yg punya riwayat penyakit kronis sebelumnya. Karena sifat infeksi virus ini ternyata mengundang juga infeksi sekunder yg membuat makin parahnya penyakit kronis yg diidapnya. Jadi virusnya sendiri hanya menimbulkan penyakit yg ringan⊃2; saja, tetapi dia ternyata mampu mengirim undangan kepada bakteri, dan mikroorganisme lain untuk numpang dan memperparah sakitnya host atau seseorang.

 

Ini hanyalah ilustrasi untuk menggampangkan proses yg rumit tadi. Proses yang sebenarnya masih banyak berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh yg saling terhubung dengan organ⊃2; lain. Misalnya organ apa menghasilkan jenis⊃2; antibodi apa dengan fungsinya masing⊃2; terhadap berbagai antigen yg masuk kedalam tubuh suatu host atau individu. Bukan berarti individu tersebut tidak memiliki kelainan. Ada juga yang antibodinya mengalami kelainan. Bahkan ada yang kelebihan atau kekurangan. Gambaran antibodi yang sukses tadi menggambarkan pada orang yang sehat dan normal saja. Orang medis paham dengan sistem kekebalan tubuh itu dan mengetahui secara tepat kelainan kelainannya yang multi komplek.

 

Itulah sebabnya pemerintah menetapkan standar karantina itu 14 hari ,  untuk  mengetahui masa inkubasi penyakit. Karantina 14 hari itu sebenarnya masa inkubasi terlama (1-14 hari) . Selain proses metabolisme infeksi didalam sel , juga untuk mengantisipasi saat terjadinya droplet kepada host yang baru.

 

Oleh karena itu menjauhkan antar orang per orang dengan Work From Home (WFH), Social Distancing, bahkan lock down dapat memutus virus untuk memperoleh host yang baru.

 

Orang⊃2; dianjurkan untuk tinggal dirumah. Bekerja, belajar dan beribadah di rumah saja selama 2 Minggu, mengingat perjalanan "wisata" nya virus ini di tubuh host.

 

Setelah mengalami self quarantine dan social distancing selama 2 Minggu dan kita tetap sehat maka aktivitas dapat kembali normal. 

 

Masih ada pertanyaan lagi. Kenapa kita disuruh mencuci bersih tangan kita ? Itu ada sebabnya. Covid-19 itu adalah virus beramplop yang diluarnya ada tanduk⊃2; serupa mahkota. Istilahnya spike, yaitu glicoprotein. Nah spike ini sangat peka terhadap  desinfektan semacam sabun, detergent dan desinfektan lainnya. Dengan mencuci tangan kita akan dapat menghancurkan spike pada virus tersebut. Spike ini berkemampuan menempel pada reseptor individu. Karenanya kita dianjurkan cuci tangan sesering mungkin apalagi pernah bersentuhan dengan orang lain atau barang yang tercemar virus.

 

Tinggal dirumah untuk sementara waktu. Kembali kerumah sekalian untuk memperkuat simpul keluarga dan solidaritas sosial ditengah sergapan Covid-19. Bersatu lawan Korona.

M. Chairul Arifin (dari berbagai Sumber)  Terimakasih kepada Prof. C.A. Nidom dari PNF Surabaya yg berkenan mengoreksi dan menambahkan  

Reporter : M. Chairul Arifin - Pegiat Peternakan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018