Sunday, 17 January 2021


Naik Signifikan, Ekspor Pertanian Kepri Dikawal Karantina Pertanian Tanjungpinang

01 Jan 2021, 19:18 WIBEditor : Gesha

Pemeriksaan dokumen dan sampel sebelum ekspor | Sumber Foto:BADAN KARANTINA PERTANIAN

TABLOIDSINARTANI.COM, Tanjung Pinang --- Karantina Pertanian Tanjungpinang melalui Layanan Prima dan Klinik Ekspor terus meningkatkan performa dalam memberikan akselerasi operasional teknis dan pendampingan dalam upaya pencapaian Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).

Hal tersebut terlihat dari data BPS Provinsi Kepulauan Riau, terjadi peningkatan nilai ekonomis ekspor dari sektor pertanian periode Januari – November 2020 sebesar 14,36% dibanding tahun 2019. Begitujuga data dari Karantina Pertanian Tanjungpinang yang menyatakan terdapat peningkatan jumlah negara tujuan ekspor dari 10 negara di tahun 2019 menjadi 18 negara di tahun 2020 yaitu Singapura, Amerika Serikat, Malaysia, Tiongkok, UEA, Inggris, Jepang, Kanada, Mesir, Montenegro, Pakistan, Turkey, Brazil, India, Korea Selatan, Belanda, Perancis, dan Jerman.

Serta terjadi penambahan ragam komoditas ekspor pertanian dari tujuh komoditas menjadi 13 komoditas yaitu babi potong, kroto, sarang burung wallet, madu, karet, arang, santan kelapa, tepung kelapa, biji melinjo, daun sirsak, bahan jamu, mahoni, dan kopi.

Dari data IQFAST (Indonesia Quarantine Full Automation System) terjadi peningkatan volume dan nilai ekonomis ekspor babi potong dari Rp797,3 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp987,7 miliar di tahun 2020 dan kenaikan volume babi potong dari 278.231 ekor pada tahun 2019 menjadi 306.142 ekor di tahun 2020.

Selain babi potong, karet, arang, santan, tepung kelapa, pada tahun 2019 memiliki volume ekspor sebesar 12,3 juta ton naik menjadi 20,3 juta ton pada tahun 2020 dan nilai ekonomis sebesar Rp 200,7 miliar naik menjadi Rp397,4 miliar di tahun 2020. 

"Ekspor pertanian Kepri yang meningkat adalah bukti bahwa sektor ini mampu bertahan dan bahkan sangat prospektif secara ekonomi, meskipun badai covid 19 menerpa negara kita. Meski area pertanian di Kepri hanya sekitar 4%, namun memiliki daya saing yang menjanjikan. Karantina Pertanian memiliki kontribusi yang konkret dalam memastikan eksportasi berlangsung lancar", ujar Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho.

Menurutnya, meski area pertanian di Kepri hanya sekitar 4 persen, namun memiliki daya saing yang menjanjikan. "Karantina Pertanian memiliki kontribusi yang konkret dalam memastikan eksportasi berlangsung lancar," tambahnya.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018