Friday, 16 April 2021


11 Kontainer Jahe Impor dari India dan Myanmar Tuntas Dimusnahkan

08 Apr 2021, 18:43 WIBEditor : Ahmad Soim

Proses pemusnahan jahe impor dari India dan Myanmar | Sumber Foto:Dok Humas Kementan

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Surabaya  – Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengumumkan 11 kontainer jahe impor asal India dan Myanmar yang tidak memenuhi persyaratan karantina pertanian telah tuntas dimusnahkan.

"Terima kasih atas kerjasama semua pihak, khususnya PT Semen Indonesia Gresik yang telah memfasilitasi sarana pemusnahan berupa rotary klean burning," kata Ali Jamil saat melakukan monitoring pelaksanaan tindakan karantina tersebut di Surabaya (8/4).

Sebelumnya Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Surabaya melakukan tindakan karantina berupa penolakan terhadap  289,644 ton yang dikemas dalam 11 kontainer asal India dan Myanmar.

BACA JUGA:

 yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya  ini setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium dinyatakan kotor, bertanah dan mengandung nematode  berjenis  Aphelenchoides fragrariae

"Seluruh prosedur sudah kami jalankan dan tentunya setelah melakukan kajian dan hasil analisa risiko dari pihak Barantan, hingga pada tahap pemusnahan," jelas Jamil.

Suharyanto, General Manager of Mining & Raw Material PT Semen Indonesia (Persero) Tbk  menyebutkan  pemusnahan jahe impor asal India dan Myanmar oleh pihaknya didasarkan pada kerjasama  PT SIG dan Barantan.

"Ini menjadi bagian dari dukungan kami terhadap upaya perlindungan petani dan sumber daya alam hayati kita. Jangan sampai pertanian kita rusak atau bahkan punah karena hama," kata Suharyanto.

Secara rinci, Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Mussyafak Fauzi yang turut hadir dan mendampingi memaparkan pemusnahan dilakukan secara bertahap. Masing-masing 1 kontainer  dimusnahkan menggunakan alat pembakar bersuhu tinggi atau  incinerator milik di  PT. Hijau Alam Nusantara (HAN) pada tanggal 26 Maret 2021 di Mojokerto dan 10 kontainer lainnya menggunakan alat rotary klean burning milik PT Semen Gresik Indonesia mulai tamggal 5 hingga 8 April 2021.

"Sesuai ketentuan yang berlaku,  seluruh biaya pemusnahan ditanggung oleh importir, yakni masing-masing  PT. Indopak Trading,  PT. Mahan Jaya Indo Global dan PT. Putra Jaya Abadi," jelas Mussayafak.

Penuntasan ini tentunya sejalan dengan arahan Bapak Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dan dukungan dari Komisi IV DPR RI , pelaku usaha dan pihak terkait lainnya yakni guna menjaga produktivitas dan melindungi kelestarian sumber daya pertanian tanah air.

"Kami  pastikan seluruh proses pemusnahan telah dilakukan dengan cepat dan tepat," tutup Jamil.

 

    ===

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

 

 
Reporter : Som
Sumber : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018