Wednesday, 21 October 2026


Ekspor Sarang Walet ke Amerika, Hati-Hati Nyasar Ke Negara Bagian Lain

29 Jun 2021, 17:54 WIBEditor : Gesha

Ekspor Sarang Burung Walet

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Sarang Burung Walet (SBW) yang menjadi salah satu komoditas ekspor andalan nasional, membuat sejumlah pihak tertarik mengadu peruntungan di bisnis dengan omzet miliaran hingga triliunan rupiah ini. Sebagai eksportir, jangan sampai lengah untuk memantau perjalanan ekspedisi kalau tak ingin gigit jari. 

“Apabila Anda membooking pesawat, ternyata dari forwarder menginformasikan bahwa produk itu harus transit ke negara bagian Amerika yang lain (bukan tujuan), maka Anda harus koordinasi dengan importir untuk dikonfirmasi, sebab kemungkinan ada ketentuan khusus. Sehingga pada saatnya nanti prosesnya bisa cepat keluar, " ungkap salah satu eksportir SBW Indonesia, Dian Rochayati Sri Utami, S,Si dari PT Esta Indonesia, belum lama ini. 

Dirinya mewanti-wanti hal tersebut karena Amerika terdiri dari beberapa negara bagian. "Jangan sampai gara- gara tidak mengetahui pesawat transit, maka dibongkarlah barang di port negara bagian yang bukan tujuan tersebut. Akhirnya proses pengeluaran barang dari port mengalami gangguan," jelasnya. 

Menurut Dian, pada kondisi seperti ini nanti akan ada pertanyaan-pertanyaan lagi dari Animal and Plant Health Inspection Service - United States Department of Agriculture (APHIS USDA) yang harus dikonfirmasi bahkan oleh negara asal eksportir.

Berdasarkan data dari Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Barantan, eksportasi SBW ke Amerika dalam dua tahun terakhir ini tercatat tujuan ke negara bagian Amerika yaitu Washington, New York, Los Angeles, California, Houston, Chicago, Oklahoma, Boston, Michigan, Illinois, Wisconsin dan San Francisco. Tahun 2020 terdapat 25 pengirim dan tahun 2021 terdapat 29 pengirim.

Diakui Dian, sebagian besar produk SBW Indonesia yang masuk ke Amerika sudah beredar di CostCo, yaitu hypermarket atau wholesale terbesar yang memiliki jaringan luas di USA bahkan hingga ke Kanada.

“Ekspor produk SBW kita ke Amerika, miliki peluang besar karena didukung oleh peran Diaspora Indonesia maupun Asia seperti warga keturunan China  yang tinggal di Amerika. Merekalah yang menjadi konsumen utama produk SBW dan juga memperkenalkan kualitas dan khasiat SBW kepada warga Amerika. Penelitian tentang SBW pun mulai dikenal dan diaplikasikan ke beberapa fasilitas di Amerika. SBW merupakan  produk yang high quality dan safety, dengan metode konsumsi ala milenial," kata Dian

Proses Ekspor ke USA

Dian menambahkan, untuk bisa ekspor ke USA, eksportir harus mengajukan pendaftaran FDA Food Facility Registration untuk mendapatkan United States Veterinary Permit. "Permit (ijin) akan direview dan diperpanjang setiap 1 tahun sekali oleh USDA APHIS. Copy permit harus disertakan di shipping document," tuturnya. 

Kemudian produk disyaratkan untuk diberikan Heat Treatment pada dengan suhu 74 derajat Celcius. Kemudian, nama dan alamat consignee (penerima barang) harus sesuai dengan permit serta harus tertulis di invoice dan manifestm

Proses pembongkaran harus di salah satu port dalam control USA dan diutamakan sesuai dengan port yang didaftarkan di permit. Jika berbeda maka akan ada ketentuan khusus. 

Persyaratan lain terkait kualitas dan keamanan produk SBW diwajibkan untuk perlakuan pemanasan (Heat Treatment) dengan ketentuan Original sanitary certificate yang menyatakan bahwa telah dilakukan pemanasan dengan core temperature minimal 74 derajat Celcius. Ditambah, verifikasi alat pemanas dilakukan oleh Lembaga kompeten dan terakreditasi yang mengacu pada Pedoman Karantina No 2732/2018.

“Tujuan heat treatment dan verifikasi memastikan produk memiliki shelf life yang sesuai dan aman dikonsumsi dari kontaminasi virus/mikrobiologi selama dipasarkan. Di masa pandemic ini menjadi salah satu point penting yang memberikan kepercayaan kepada konsumen,” tutur Dian. 

 

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018