Monday, 08 August 2022


Optimalkan Karantina, Menjaga Pangan Negeri dari Perbatasan

28 Jul 2022, 17:37 WIBEditor : Gesha

Irjen Kementan, Jan Maringka bersama jajaran SKP Kelas 1 Entikong | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Entikong --- Kementerian Pertanian melalui Inspektur Jenderal Jan Maringka melakukan Apel Siaga bersama seluruh personel UPT Karantina di Perbatasan Indonesia-Malaysia, Kamis (28/07). Bertindak pembina Apel Siaga, Jan Maringka menekankan pentingnya fungsi karantina pertanian di wilayah perbatasan dan seluruh wilayah Tanah Air.

Melanjutkan kunjungan kerja di Kalimantan Barat (Kalbar), Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (Irjen Kementan) Jan Maringka bersama rombongan Itjen Kementan melakukan perjalanan ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong dan melakukan Apel Siaga bersama UPT Karantina Pertanian di daerah perbatasan.

Dalam Apel siaga tersebut, Irjen Jan Maringka bertindak sebagai pembina Apel. Dirinya menekankan pentingnya fungsi karantina pertanian di wilayah perbatasan. “Diikuti oleh 18 instansi terkait bersama-sama di garis terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya di Entikong untuk menjaga perbatasan,” sebut Jan Maringka.

Apel Siaga ini juga menunjukkan upaya satu hati dalam melaksanakan optimalisasi fungsi karantina di wilayah perbatasan. “Karantina Pertanian adalah perpanjangan tangan pemerintah dalam menjaga perbatasan, baik di dalam menjaga karantina tumbuhan, hewan dan persoalan lain yang menyangkut pangan di daerah perbatasan,” jelasnya.

Irjen Jan Maringka menambahkan, Karantina Pertanian memiliki fungsi melaksanakan kontrol terhadap produk produk Pertanian, baik keluar maupun masuk. Diakuinya, gangguan gangguan dalam ketersediaan pangan Tanah Air pastinya tidak terlepas dari pengawasan di perbatasan. 

Karenanya, Apel Siaga di PLBN Entikong ini memberikan pesan kuat bahwa Karantina Pertanian di seluruh pintu perbatasan Indonesia harus terus dioptimalkan fungsinya. “Melalui pengoptimalan fungsi Karantina Pertanian ini, akses masyarakat untuk memperoleh pangan menjadi mudah, tersedia dan keamanan pangannya terjamin. Inilah bentuk komitmen ketahanan pangan, “ tuturnya.

Namun, Karantina tidak bisa bekerja sendirian dalam menjaga ketahanan pangan, harus berkoordinasi dan bersinergi dengan Kepolisian, TNI dan pemerintah daerah. “Inilah bentuk komitmen dan kebersamaan satu hati untuk menjaga negeri ini, “ tambahnya.

Karena itu, dirinya mengetuk kesadaran semua komponen bangsa mengenai ancaman krisis pangan global tengah terjadi. “Kepedulian kita menjadi bagian terpenting dalam menjaga NKRI, melalui menjaga ketahanan pangan. Kita memiliki komitmen bersama, Menjaga Pangan berarti Menjaga Masa Depan, “ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Entikong, drh. Yongki Wahyu Setiawan mengatakan jajaran SKP 1 Entikong bekerja sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019, dimana melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan lalu lintas Media Pembawa HPHK dan OPTK sebagai langkah untuk mencegah masuk dan tersebarnya ancaman hama penyakit hewan dan tumbuhan karantina.

“Dalam melaksanakan fungsi pengawasan tersebut SKP Kelas I Entikong bersinergi dengan instasi-instasi terkait yang berada di perbatasan yang meliputi CIQ (Custom, Imigration, Quarantine), TNI dan Polri. Dengan optimalisasi sinergitas Karantina Pertanian dengan instansi-instansi tersebut memberikan dukungan kekuatan dalam melaksanakan fungsi perkarantinaan di kawasan perbatasan darat RI-Malaysia di Kalimantan Barat,” jelasnya.

 

 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018