Kamis, 18 Juli 2024


Manfaatkan IT Di Rumah Walet, Kabarantin Apresiasi PT Esta Indonesia

29 Peb 2024, 18:08 WIBEditor : Herman

Pemanfaatan IT di rumah Walet PT Esta Indonesia | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Pangkalan Bun --- Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things ( IoT) diterapkan di rumah walet milik PT Esta Indonesia dan PT Waleta Jaya . Hal ini diapresiasi Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) saat kunjungan kerja ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa (27/2).

“Barantin menyambut baik sistem budidaya rumah walet milik PT Esta Indonesia dan PT Waleta Asia Jaya ini. Hal tersebut mengindikasikan bahwa produktivitas dapat terus digenjot untuk memenuhi kebutuhan sarang burung walet (SBW) di pasar global, khususnya pasar terbesar adalah Tiongkok. Kami juga mengapresiasi implementasikan pemanfaatan teknologi informasi dalam mengelola rumah walet,” kata Kabarantin, Sahat Manaor Panggabean.

iOnest merupakan teknologi informasi yang memanfaatkan iOT termasuk perangkat sensor dan kecerdasan buatan untuk memonitor kelayakan rumah walet serta perkembangan populasi atau produksi yang ada.

Dengan memanfaatkan dan mengikuti teknologi iONest, semua rumah walet termasuk yang dimiliki kalangan UMKM dapat memproduksi sarang burung walet yang lebih berkualitas dan berlimpah.

Digiwalet merupakan aplikasi yang bertujuan utuk membantu proses jual beli sarang burung walet dan menstandarisasi bahan baku dengan kecerdasan buatan. Dengan digiwalet, petani sarang burung walet dapat menjual bahan baku dengan mudah dan langsung ke pembeli.

Digiwalet diharapkan dapat membantu petani sarang burung walet menjual bahan baku dengan harga yang lebih fair sehingga pelaku UMKM baik di kalangan petani maupun pencuci sarang burung walet dapat menjadi lebih sejahtera. iONest dan Digiwalet hasil kerjasama dengan CV Nore Inovasi.

PT Esta Indonesia dan PT Waleta Asia Jaya mengapresiasi pendampingan yang terus dilakukan Barantin melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Tengah.

“Kami berterima kasih Karantina Kalimantan Tengah dan Kantor Pusat Barantin yang mendampingi untuk dapat memenuhi persyaratan ekspor sarang burung walet,” kata Owner PT Waleta Asia Jaya Djoko Hartanto.

Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan persyaratan ekspor SBW asal Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah ke Tiongkok tetap terpenuhi. Dengan demikian penambahan kapasitas produksi rumah burung walet milik peternak walet tetap memenuhi persyaratan dari GACC (General Administration of Customs of the People’s Republic of China).

Turut hadir mendampingi Plt. Deputi Bidang Karantina Hewan, Wisnu Wasisa Putra beserta jajaran, dan Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Tengah, Ahmad Mansuri Alfian.

Reporter : indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018