Kamis, 15 November 2018


Kesepakatan Keamanan Pangan dan Karantina Pertanian ASEAN dan Cina Diperpanjang

16 Okt 2018, 18:09 WIBEditor : GESHA

Dalam lawatannya ke Hanoi, Vietnam, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menghadiri penguatan kerjasama Sanitary and Phytosanitary antara negara ASEAN dan China | Sumber Foto:HUMAS BARANTAN

TABLOIDSINARTANI.COM, Hanoi --- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang menjadi ketua delegasi Indonesia pada pertemuan tingkat Menteri ASEAN bidang Pertanian, Perikanan dan Kehutanan atau ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (AMAF) menyepakati perpanjangan perjanjian kerjasama untuk penguatan kerjasama Sanitari dan Pitosanitari antara ASEAN dan Cina untuk tahun 2019 hingga 2021.

Lima kesepakatan tersebut adalah pembentukan informasi notifikasi dan sistem komunikasi; pertukaran kunjungan ahli bidang SPS, pelaksanaan pelatihan, seminar dan kegiatan serupa lainnya dengan mempertimbangkan kesenjangan pembangunan di negara-negara ASEAN,  penelitian bersama; dan kesepakatan dalam pembentukan mekanisme untuk konsultasi SPS.

Para menteri yang hadir pun melakukan penandatanganan tiga kesepakatan. Pertama, Protokol Amandemen Perjanjian APTERR, terkait kesepakatan perpanjangan kontribusi tahunan APTERR periode 2018-2022 dan mekanisme ke depannya.

Kedua, ASEAN-China MoU on Food and Agriculture Cooperation periode 2019-2021; Ketiga, MoU ASEAN-FAO on Strengthening Cooperation in Agriculture and Forestry.

Kepala Sub Bidang Kerjasama Sanitari dan Pitosanitari, Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinan, Badan Karantina Pertanian, drh. Tatit Diah Nawang Retno menyapaikan pertemuan AMAF ke-40 ini bertujuan untuk membahas sejumlah dokumen kerjasama yang telah direkomendasikan oleh SOM AMAF seperti kerjasama sub sektor peternakan, tanaman pangan, perikanan dan kehutanan.

Secara khusus para Menteri menyetujui ASEAN Guidelines on Promoting Responsible Investment in Food, Agriculture and Forestry untuk mempromosikan investasi di bidang pangan, pertanian, dan kehutanan di kawasan ASEAN.

Pertemuan AMAF ke-40 ini juga menyetujui 17 (tujuh belas) dokumen baru dan review 750 (tujuh ratus lima puluh) dokumen terkait harmonisasi Maximum Residue Limits (MRLs), panduan ASEAN terhadap ceritifikasi Organik, standar ASEAN untuk komoditas kelapa, sirsak, dan talas, serta standard ASEAN untuk vaksin hewan, tambahnya.

Pada pertemuan ASEAN Plus Three, para Menteri mengapresiasi implementasi Rencana Strategis Kerjasama ASEAN Plus Three bidang Pangan, Pertanian dan Kehutanan periode 2016-2025 yang difokuskan pada upaya menjamin ketahanan pangan, mempromosikan pembangunan pertanian dan kehutanan berkelanjutan serta peningkatan perdagangan di negara-negara ASEAN Plus Three. 

“Mentan juga lakukan pertemuan bilateral dengan Brunei Darussalam yang berfokus pada pengembangan pertanian di wilayah perbatasan khususnya untuk komoditas tanaman pangan, ternak dan sawit,” terang drh. Tatit (Tatit DNK/Endah K- Badan Karantina Pertanian)

 

 

 

Reporter : Tiara

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018