Kamis, 15 November 2018


Barantan Berikan Fasilitas Karantina untuk Industri Bunga

06 Nov 2018, 21:51 WIBEditor : GESHA

Petugas Karantina memeriksa anggrek yang akan dilalulintaskan | Sumber Foto:HUMAS BARANTAN

Pelayanan Karantina terus digiatkan, termasuk industri kreatif

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Komoditas pertanian kini tengah menggeliat, salah satunya melalui industri kreatif. Badan Karantina Pertanian (Barantan) pun memfasilitasi pelayanan karantina, salah satunya saat Festival Bunga Dunia 2018.

"Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Barantan lakukan penjaminan kesehatan dan keamanan produk pertanian melalui layanan karantina ekspor cepat di Karantina Soekarno Hatta sesuai persyaratan negara tujuan," jelas Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Badan Karantina Pertanian (Barantan), Dr Antarjo Dikin.

Petugas karantina Soekarno Hatta selaku pengawas di tempat pengeluaran, melalukan serangkaian pemeriksaan sesuai dengan persyaratan dan prosedur antar negara. 

Setelah dipastikan tidak terdapat Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang dilarang oleh otoritas karantina negara tujuan, maka surat kesehatan tumbuhan atau phytosanitary certificate diterbitkan.

"Fasilitas ini merupakan dukungan Kementan terhadap industri kreatif dalam hal ini kerajinan tangan floral yang trennya terus meningkat," papar Antarjo.

Untuk diketahui, Indonesia baru-baru ini berkontribusi dalam Taichung World Flora Exposition digelar dikota nomor dua terbesar di Taiwan, Taichung. Event digelar selama 6 bulan yakni pada 3 September 2018 hingga 24 April 2019.

Penyelenggara pameran flora berkelas dunia ini adalah Asosiasi Produsen Hortikultra Dunia, the International Association of Horticultural Producers (AIPH).

Ketua Asosiasi Bunga Indonesia (Abindo), Karen Tambayong melalui pesan tertulisnya dari kota Taichung, Taiwan menyampaikan bahwa pada festival kali ini, Indonesia menampilkam Phalaenopsis amabilis, atau dikenal sebagai anggrek bulan ungu. 

Menariknya, Indonesia berhasil memenangkan beberapa kategori dalam rangkaian acara seperti kategori General Individual dengan predikat Excellent, Plant Arrangement dengan predikat Bronze dan terakhir untuk kategori Flower Arrangement dengan predikat Silver.

Industri Kreatif

Selain bunga khas, perwakilan Indonesia juga menampilkan janur sebagai identitas pameran. Karen yang juga penggagas Yayasan Janur Indonesia bahka  menyampaikan keinginannya untuk lebih sering membawa janur ke ajang internasional. 

Bahkan dirinya menginginkan janur untuk segera dipatenkan ditingkat dunia agar tetap menjadi milik Indonesia.

"Janur sebagai ciri dan identik bangsa kita, karena tekniknya unik dan hanya dimiliki oleh Indonesia," tambahnya.

Tidak saja merupakan promosi bunga sebagai komoditas tumbuhan segar unggulan ekspor, namun juga menjadi nilai tambah dan memberikan kontribusi pada perekonomian.

Mengutip data yang dirilis Badan Ekonomi Kreatif pada 2017, bahwa industri kriya atau kerajinan tangan merupakan tiga besar industri kreatif yang turut menyumbang 7,38 persen pada perekonomian nasional dengan total PDB Rp 852,24 triliun.

Sementara untuk ekspor florikultura ke manca negara, dari data yang dirilis Kementan dari 26 jenis bunga yang di ekspor pada 2017 berhasil meraup US$ 20 juta atau setara dengan Rp 300 miliar.

Barantan mengapresiasi produsen bunga potong yang terus tingkatkan kualitas juga inovasi sehingga dapat memenuhi keragaman segmen pasar di manca negara.

Memanfaatkan momentum ajang festival bunga dunia ini sejalan dengan kebijakan presiden dalam menumbuhkembangkan industri kreatif.   

Reporter : Tiara

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018