Senin, 22 April 2019


Sadis, Anak Orang Utan Dibius Dalam Keranjang Kecil !

23 Mar 2019, 19:37 WIBEditor : Gesha

Anak orang utan dibius dan diselundupkan di keranjang kecil | Sumber Foto:HUMAS BARANTAN

Anak orang utan berjenis kelamin jantan berumur sekitar 2 tahun dibius dengan cara diberikan tablet bius yang dicekoki melalui spuit dengan kerja obat selama 2-3 jam.

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Denpasar --- Bandara International I Gusti Ngurah Rai digegerkan dengan penemuan anak orang utan yang dibius dan dimasukan dalam keranjang kecil, Jumat (22/3).

Perlakuan sadis ini sengaja dilakukan warga negara asing berkebangsaan Rusia yang berniat melakukan penyelundupan. 

Petugas Karantina Denpasar dan AVSEC yang berjaga mendapatkan anak orang utan ini di keberangkatan international sekitar pukul 22:30 WITA .

"Awalnya petugas tidak berani membuka keranjang tersebut, takut kera tersebut (awal keterangan disebut kera) agresif dan lepas di ruang keberangkatan," ujar PJ Wilker Bandara International I Gusti Ngurah Rai, Dewa Delanata.

Saat dibawa ke ruang pemeriksaan ternyata lebih mengejutkan, karena jenisnya bukan kera melainkan anak orang utan yang dilindungi.

Waktu dimintai keterangan,  Z.A, pembawa anak orang utan ini mengatakan membeli anak orang utan ini seharga 300 dollar USA.

Anak orang utan berjenis kelamin jantan berumur sekitar 2 tahun dibius dengan cara diberikan tablet bius yang dicekoki melalui spuit dengan kerja obat selama 2-3 jam. 

Hal ini diketahui saat kopernya di geledah ditemukan spuit dan obat bius. Rencana penerbangan akan transit di Korea dan akan di tambahi lagi obat bius disana untuk melanjutkan perjalanan ke Russia, sadis memang.

Selain ditemukan obat bius dalam kopernya, ternyata WNA ini juga berniat menyelundupkan 2 ekor tokek dan 5 ekor kadal yang didapatkan dalam kopernya.

"Selain karena anak orang utan termasuk jenis yang dilindungi, terdapat tokek dan kadal yang tidak disertai Health Certificate dari Karantina, karenanya semuanya kami tahan," jelas Kepala Balai Karantina Denpasar, Putu Terunanegara.

Sementara, barang bukti diserahkan ke BKSDA dan KP3 untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Pelaku pembawa anak orang utan ilegal juga telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Penyelundupan ini melanggar UU Karantina no 16 tahun 1992 dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta, " tandas I Putu.  

Reporter : Tiara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018