Wednesday, 14 April 2021


50 Tahun SINAR TANI, Menemani Petani dan Penyuluh

29 Aug 2020, 21:06 WIBEditor : Yulianto

Perkembangan Tabloid Sinar Tani nampak dari tampilan cover selama 50 tahun | Sumber Foto:julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Perjalanan panjang telah dilalui Tabloid Sinar Tani. Kini usia tabloid tercinta ini telah menginjak 50 tahun, usia matang dalam mengarungi dunia kehidupan.

Menembus waktu dari era Orde Baru, masa Presiden Soeharto berlanjut ke era Reformasi hingga Pemerintahan Joko Widodo, Tabloid Sinar Tani tetap menjadi teman setia bagi penyuluh pertanian dan petani.

Meski tidak mudah menjangkau ke pembaca di seluruh pelosok Tanah Air. Di tengah era media digital dengan banyak tantangan, masih tetap ada asa untuk Tabloid Sinar Tani.

Jika menengok perjalanan sejarah Tabloid Sinar Tani, maka tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang mengangkat penyuluh pertanian. Ketika pada 1 April 1969, Pemerintah Indonesia mencanangkan Rencana Pembangunan Lima Tahun Pertama (REPELITA I).  Pada Repelita I, sSektor pertanian ditetapkan sebagai titik sentral pembangunan nasional.

Toyib Hadiwijaya sebagai Menteri Pertanian menyadari pada awal REPELITA I, kondisi aparat pertanian, baik kualitas dan kuantitas masih kurang, pengetahuan dan teknologi pertanian masih terbatas. Begitu juga kelembagaan petani-nelayan belum terbentuk dan penyuluhan belum berkembang.

Dalam rangka Improvement and Strengthening of Agricultureal Extension Activities pada tahun 1970, Menteri Pertanian mengangkat secara besar-besaran tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang berperan sebagai  ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Bersamaan dengan itu diterbitkan surat kabar Sinar Jaya  (sekarang bernama Sinar Tani) sebagai bahan informasi bagi PPL.

Dengan demikian, PPL dan Sinar Tani merupakan  dua serangkai yang utuh, karena lahir hampir bersamaan waktunya. Dalam tugasnya PPL dibekali dengan bahan informasi dari Sinar Tani. Dari mulai  kebijaksanaan pembangunan pertanian, teknologi pertanian yang baru, informasi terkait dengan harga, subsidi, ekspor/impor, dan sebagainya. Satu harapan besarnya adalah pengetahuan dan ketrampilan penyuluh terus terasah.

Sebagai dua serangkai, Tabloid Sinar Tani dan PPL saling mendukung dan saling mengisi, karena keduanya saling membutuhkan. Sinar Tani menjadi poros atau sumbu penghubung antara aparat (kebijakan),  peneliti (teknologi/inovasi), PPL dan petani.      

Setidaknya ada dua tugas utama Sinar Tani. Pertama, memperkuat dan memperlancar arus informasi hasil-hasil penelitian Badan Litbang berupa teknologi baru sampai ke konsumen yaitu petani melalui penyuluh.  Kedua, menyampaikan berbagai informasi mengenai kebijakan pemerintah dibidang pembangunan pertanian kepada penyuluh untuk disampaikan ke petani.

Sejalan dengan itu, Sinar Tani menjadi penyedia bahan informasi mengenai petunjuk intensifikasi dan kebijakan pembangunan pertanian. Bahan informasi tersebut untuk mendukung tugas sekaligus mengasah kemampuan penyuluh pertanian yang menjadi ujung tombak pembangunan pertanian di pedesaan.

Di era Industri 4.0 yakni era teknologi informasi media digital, Sinar Tani kini juga hadir dengan membangun media online tabloidsinartani.com. Kehadiran Sinar Tani online ini membuat sinergi dua serangkai, PPL dan Sinar Tani menjadi lebih maksimal membantu memandirikan dan menyejahterakan petani Indonesia.

Jatuh bangun, aral rintangan dalam perjalanan membangun sebuah media massa di tengah arus informasi yang makin deras memang tak mudah. Apalagi kini dunia informasi teknologi makin canggih. Keberadaan media online dan media sosial juga ikut mempengaruhi pembaca dalam mendapatkan informasi yang kian instan.

Alhamdulillah, di tengah putaran informasi teknologi yang kian kencang, Tabloid Sinar Tani masih tetap setia menemani pembaca, penyuluh dan petani di seluruh Tanah Air.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018