Sunday, 12 April 2026


Modus Korupsi Milenial, Dari ATM hingga Transfer Pembayaran Online

29 Oct 2019, 10:11 WIBEditor : Yulianto

Lukisan tolak korupsi yang dipamerkan saat Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Tangerang--- Era milenial ternyata membuat modus korupsi pun berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Cara yang paling baru kini terdeteksi dengan memberikan ATM, bahkan transper untuk pembayaran online.

“Modus baru suap sekarang memakai ATM dan transfer saldo pembayaran online. Modus ini sudah kita lihat, khususnya di Kementerian Keuangan,” kata Inspektur III Kementerian Keuangan, Alexander Zulkarnaen saat Forum Nasional SPIP di Tangerang, Selasa (29/10).

Terhadap oknum tersebut, Alexander menegaskan, pihaknya telah menindak tegas  pelaku korupsi tersebut. Apalagi Kementerian Keuangan telah bekerjasama dengan PPATK. Sementara itu untuk pegawai yang diduga dan disinyalir berisiko melakukan tindakan korupsi, pihaknya akan menempatkan pada posisi atau unit kerja Kementerian Keuangan yang juga minim tindakan korupsi. “Kita tidak akan melepas orang yang langgar kode etik, pasti ke sanksi. Dengan demikian orang akan belajar dari pelanggaran kode etik. Kita juga ajarkan mereka tidak bisa lolos dengan enak,” tuturnya.

Untuk memantau pelaksanaan program dan kegiatan, Alexander mengatakan, Kementerian Keuangan sudah membuat unit kepatuhan internal untuk memantau kegiatan harian secara internal setiap pegawai. “Kami buat unit kepatuhan internal, karena unit di Kementerian Keuangan cukup banyak. Untuk Kementerian Pertanian kalau memang unitnya banyak perlu juga membuat unit kepatuhan tersebut. Kalau tidak, bisa membuat tim adhock sebagai pengawasan kepatuhan,” katanya.

Alexander menjelaskan, dari hasil rekomendasi BPKP, Kementerian Keuangan diminta untuk meningkatkan implementasi dan evaluasi sistem pengendalian intern yang dapat meminimalisir temuan hasil pemeriksanaan dan meningkatkan capaian kinerja. Selain itu, menciptakan sistem pengendalian intern yang dapat mencegah pengawai untuk melakukan tindakan tidak terpuji.

“Lini pertahanan paling penting dalam mencegah dan mendeteksi kecurangan adalah mengidentifikasi kelemahan dalam program atau kegiatan,” katanya. Bahkan di Kementerian Keuangan ada kontrak kinerja semua pegawai yang laporannya setiap bulan. Jadi semua pegawai mengerti apa yang harus dilakukan dan dampaknya terhadap atasan dan lembaga. "Kami juga menerapkan pengawasan 360 derajat. Artinya pengawasan dilakukan staf sendiri dan atas langsung," tambahnya.

Kementerian Keuangan saat ini telah mencapai level 4 tingkat maturitas dengan nilai 4,27. Artinya Kementerian Keuangan  telah menerapkan pengendalian intern yang efektif, evaluasi dilakukan secara formal dan terdokumentasi. “Namun demikan memang kebayakan evaluasi dilakukan secara manual, belum menggunakan alat bantu apliakasi computer,” ujarnya.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018