Jumat, 06 Desember 2019


Mentan Syahrul Koordinasikan Pembentukan Kostra Tani dengan Daerah

08 Nov 2019, 11:48 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menegaskan pihaknya terus berkoordinasi untuk mewujudkan Kostra Tani | Sumber Foto:NATTASYA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---Membangun Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostra Tani) hingga tingkat kecamatan menjadi salah satu program Menteri Pertanian (Mentan),  Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam 100 hari ke depan dalam membangun pertanian Indonesia. Dengan Kostra Tani diharapkan posisi Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan makin kuat.

Menteri Pertanian, SYL pertama kali menggaungkan pembentukan Kostra Tani saat mengunjungi BPP  Lamooso, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara pada 2 Nopember 2019.  Dengan adanya Kostra Tani diharapkan akan meningkatkan peran BPP sebagai pusat data dan informasi untuk mendukung program pembangunan pertanian.

“Kostratani dibentuk untuk memperkuat kapasitas BPP dengan melibatkan seluruh penyuluh pertanian dan petugas peranian lainnya baik pusat dan daerah,” katanya saat saat Sosialisasi Konstra Tani dengan Dinas Pertanian dan BPTP di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jumat (8/11)

Karena itu SYL berjanji Kementerian Pertanian akan secara bertahap akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk kesiapan para penyuluh. "Tentu saja kita berharap secara bertahap setelah kebijakan ini turun, kordinasi kelembagaan yang terkait antara internal kementerian mau pun kementerian lainnya tentu saja saya akan bicara," ujarnya.

Dengan terbentuknya Kostra Tani di Kecamatan dapat terbangun satu data pertanian dalam satu sistem Big Data, serta penguatan penyuluhan pertanian di BPP dengan data dan informasi lapangan yang akurat. Karena itu dalam program 100 Kementerian Pertanian akan membentuk 34 Kostrawil di Provinsi, 100 Kostrada di Kabupaten dan 400 Kostrastani di kecamatan.

“Saya berharap dengan ada Kostra di tiap wilayah tugas, fungsi dan peran BPP sebagai pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional lebih optimal dengan penyediaan sarana prasarana, kelembagaan, kapasitas SDM, dan penyelenggaraan pembangunan pertanian di kecamatan berbasis teknologi Informasi,” tutur SYL.    

Pada tahap koordinasi pembentukan Kostra Tani, SYL mengatakan, pemerintah akan menurunkan personil yang bisa menjalankan tugas dari Kostratani. Kemudian dari sana akan hadir penyatuan supporting yang dilakukan seperti IT.

SYL menegaskan saat ini sudah menggunakan Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan. Jadi AI merupakan suatu kecerdasan yang harus dimanfaatkan dan basicnya ada disana. "Kalau nanti resonansinya lebih rendah, kita inginkan tingkatkan agar resonansinya lebih tinggi karena di lapangan,” ujarnya.

 

Reporter : Tiara
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018