Thursday, 13 August 2020


Mentan Syahrul Canangkan Kostratani Secara Nasional

11 Dec 2019, 14:47 WIBEditor : GESHA

Kementerian Pertanian mulai mencanangkan secara nasional Kostratani | Sumber Foto:BIMA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memastikan ketersediaan pangan sekaligus memperkuat penyuluhan, dirintis melalui gerakan bersama bernama Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani). Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo pun mulai menasionalkan gerakan ini di Kantor Kementerian Pertanian, Rabu (11/12).

"Bicara pertanian adalah bicara tentang lapangan dan tentu saja titik strategis berada di Kecamatan. Karenanya, hari ini kami kumpulkan semua penyuluh maupun koordinator penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di kecamatan se Indonesia. Per hari ini kita canangkan Kostratani," beber Mentan Syahrul setelah membuka Temu Nasional Kostratani, "Gerakan Pemberharuan Pembangunan Pertanian Indonesia untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional" di Kantor Pusat Kementan.

Tentu saja, perlu pendekatan pembaharu yang berbeda dibandingkan gerakan massif penyuluhan pertanian. "Pendekatan pertanian dengan menggunakan Internet of Things (IoT), Informasi Teknologi (IT) dengan bentuk-bentuk yang lebih maju dari apa yang ada di BPP," tambahnya.

Karena itu, Kostratani selalu membawa digital sistem yang ada untuk memantau potensi termasuk action plan di lokasi tersebut. "Bahkan ekosistem pertanian harus kita bentuk disana sehingga korporasi-korporasi pertanian bisa hadir disana. Sehingga bisa secara efektif dalam perencanaan-perencanaan pertanian yang sudah ada," tuturnya.

Dalam penjenjangan Komando Strategi, Mentan Syahrul membeberkan Kostratani berkedudukan di tingkat kecamatan dengan lokasi komando berada di BPP dan kepala komando adalah Camat. Di tingkat Kabupaten, komando strategis ini bernama Kostra Daerah (Kostrada) dengan kepala komando adalah Bupati. Sedangkan Kostra Wilayah (Kostrawil) yang berkedudukan di Provinsi dengan kepala komando adalah Gubernur. Sedangkan secara nasional, pergerakan Komando Strategis ini dikomandani oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam bentuk Kostra Nasional (Kostranas).

Agar dapat mengoperasionalkan Gerakan Kostratani sebagai gerakan pembaharu dalam pembangunan pertanian, Kementan akan menghubungkan Kostratani ke Agriculture War Room (AWR). Tak hanya itu, segala gerakan pembangunan pertanian seperti Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks), Pertanian Masuk Sekolah, Gerakan Peningkatan Produksi, nilai tambah dan daya saing perkebunan (Grasida), SIKOMANDAN, IQFAST, hingga Family Farming dapat dilaksanakan dalam Kostratani.

Operasional Kostratani juga akan menjadi Pusat Pembelajaran (tempat pelaksanaan bimtek dan demplot) bahkan menjadi Pusat Konsultasi Bisnis dan Pengembangan Jejaring Kemitraan yang akan melibatkan eselon 1 Ditjen Teknis maupun lintas kementerian.

Untuk diketahui, Temu Nasional Kostratani ini dihadiri oleh lebih dari 1200 orang peserta yang terdiri dari Pimpinan lingkup Kementan, Kepala Dinas Pertanian Provinsi, Kepala/Koordinator Penyuluh BPP seluruh Indonesia, Kepala Dinas Kabupaten Provinsi Jawa Barat, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lingkup Kementan dan stakeholder kementerian lainnya.

Penguatan Penyuluh

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa keberhasilan Kostratani sangat ditentukan oleh kelembagaan yang solid, pasukan yang profesional, penyelenggaraan penyuluhan dan pembangunan pertanian yang berbasis teknologi informasi. "Kesemuanya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha tani sehingga dapat meningkatkan produktivitas, produksi, pendapatan dan kesejahteraan petani," tuturnya.

Terkait hal tersebut, secara teknis, para penggiat pembangunan pertanian di BPP diperkuat dengan kemampuan dalam mengidentifikasi potensi, menggali dan menganalisis serta menyajikan data dan informasi pertanian.

"Kita sudah sosialisasikan Kostratani ini di tingkat nasional dan provinsi. Dilanjutkan dengan bimbingan teknis tentang penggunaan ICT bagi penyuluh pertanian dan petugas IT di Kostratani, Kostrada dan Kostrawil. Termasuk, pengadaan sarana komputer, drone dan LCD," bebernya.

Reporter : Cha/NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018