Sunday, 05 April 2020


Jakarta Berhasil Panen Jagung dan Kacang Panjang di Ciangir

20 Feb 2020, 16:05 WIBEditor : Clara

Dinas KPKP DKI Jakarta panen jagung di Ciangir | Sumber Foto:Indri Hapsari

Selain panen, dilakukan juga menanam melon seluas 1 hektar

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memiliki lahan seluas 96 hektar di Ciangir, Legok, Tangerang, Banten. Lahan tersebut sebagian digunakan untuk budidaya berbagai tanaman. Lahan Pemprov DKI Jakarta di Ciangir, Tangerang yang dimanfaatkan untuk pertanian seluas 2,5 ha. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta sebagai pengelolanya berhasil panen beberapa jenis komoditas tanaman produktif.

Pada hari Rabu tanggal 19 Februari 2020, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, berhasil panen jagung dan kacang panjang di lahan tersebut. Selain panen, dilakukan juga menanam melon seluas 1 hektar.

Panen dihadiri oleh Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP Jakarta, Mujiati, Kepala Seksi Pertanian Perkotaan Dinas KPKP Jakarta, Taufik Yulianto, Kepala Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (PBKL ) Jakarta, Sartono, dan Kepala Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan (Pusyankeswannak) Jakarta, drh. Renova Ida Siahaan.

“Kacang panjang telah berhasil kami tanam hingga panen sebanyak 17 kali. Selain itu kami juga panen jagung, dan beberapa waktu lalu panen cabai merah besar. Tanaman melon dan pepaya juga kami budidayakan di sini. Ditinjau dari sisi kesuburan tanaman, kalau kita optimal dalam pemeliharaan maka  tanaman akan tumbuh dengan baik,”kata Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP Jakarta yang, Mujiati saat diwawancara oleh TABLOIDSINARTANI.COM di lokasi panen, Rabu (19/2).

Kendala utama di lahan Ciangir ini adalah sumber air. Untuk mengatasinya, Dinas KPKP akan memasang pompa air khususnya di dekat lahan tanaman cabai dan melon karena harus intensif diberikan air. Mujiati berharap sampai Juni curah hujan masih memadai untuk tanaman di lahan tadah hujan ini.

“Dalam menentukan jenis tanaman, kami membuat berbagai strategi, antara lain tanaman yang mempunyai daya simpan agak lama, misalnya jagung dan melon, yang tidak cepat layu seperti sayuran daun semisal bayam dan kangkung. Kami juga harus mempertimbangkan waktu yang diperlukan untuk perawatan tanaman, pengendalian gulma, hama dan penyakit, serta pemasaran hasil panen. Tenaga kerja yang mengelola sehari-hari di sini sangat terbatas, hanya 3 orang,” jelas Mujiati.

Dinas KPKP Jakarta melakukan pemantauan secara rutin seminggu sekali. Mujiati merencanakan waktu mendatang akan menanam edamame (kacang kedelai Jepang). Selain bisa dipanen serentak, edamame punya manfaat menyuburkan tanah serta mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan.  “Pemasaran edamame kami rencanakan khususnya ke para pegawai di lingkup Pemprov DKI Jakarta,” pungkas Mujiati.

Reporter : Indri Hapsari
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018