Tuesday, 28 June 2022


Kunjungan Kerja, DPRD DIY Apresiasi Keberhasilan Urban Farming Jakarta

21 Feb 2020, 17:08 WIBEditor : Clara

Saat DPRD DIY menyimak pemaparan dari DKPKP Jakarta mengenai urban farming | Sumber Foto:Indri Hapsari

Tujuan pertanian perkotaan DKI Jakarta adalah untuk ketahanan pangan, peningkatan kualitas hidup, dan terintegrasi program pemerintah serta pelaku.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pertanian Perkotaan (Urban Farming) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah dikenal di sejumlah daerah. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta beberapa kali menerima kunjungan kerja terkait pengelolaan pertanian di Jakarta. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengunjungi kantor Dinas KPKP Jakarta. Kunjungan ini dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan untuk pembahasan Raperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani di DIY.

Sebanyak 21 orang terdiri dari pimpinan Dewan, pimpinan dan anggota Panitia Khusus (Pansus) serta eksekutif dari DIY diterima oleh Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP DKI Jakarta, Mujiati, Selasa (18/2). Rombongan dipimpin oleh Danang Wahyu Broto, Ketua Pansus Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

 “Tujuan pertanian perkotaan DKI Jakarta adalah untuk ketahanan pangan, peningkatan kualitas hidup, dan terintegrasi program pemerintah serta pelaku. Dasar hukum tentang Pelaksanaan Pertanian Perkotaan yaitu Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 14/2018 tanggal 31 Januari 2018,” kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Mujiati dalam paparannya.

Jakarta memiliki Desain Besar Pertanian Perkotaan 2018-2030. Mujiati menjelaskan bahwa ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan penduduk DKI Jakarta yang sangat cepat, kebutuhan pangan yang tinggi, alih fungsi lahan (saat ini sisa lahan pertanian tinggal +/- 500 hektar), rentan terhadap perubahan iklim dan ancaman bencana, penurunan muka tanah 5-10 cm/tahun, serta resiko kerawanan pangan terhadap warga miskin. “Makanya pertanian perkotaan yang sesuai diterapkan di Jakarta,” ungkap Mujiati.

Untuk ketersediaan komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi seperti beras, cabai, dan bawang merah, Jakarta mengoptimalkan kinerja BUMD seperti PT Food Station Tjipinang Jaya dan PD Pasar Jaya. “Subsidi pangan sebesar Rp 1 triliun tahun 2019 dialokasikan Pemprov DKI Jakarta untuk lebih dari 1 juta warganya yang kurang mampu,” terang Mujiati.

Peserta rapat dari DIY menjelaskan bahwa problematika yang dihadapi di DIY juga sama dengan Jakarta, yaitu lahan pertanian rentan lebih cepat habis serta migrasi profesi petani ke profesi lain. DIY mengoptimalkan fungsi Toko Tani Indonesia (TTI) untuk mengendalikan komoditas yang mempengaruhi inflasi.

Potensi Urban Farming dan Agro Wisata

DKI Jakarta dengan tantangan berupa keterbatasan lahan, strategi untuk keberhasilan kegiatan pertanian yaitu dengan sentuhan teknologi, seperti hidroponik. Selain itu, pemanfaatan lahan kosong, pekarangan dan gang, sekolah, gedung, RPTRA untuk pertanian juga secara kontinyu terus dilakukan.

“Sesuai arahan dari Gubernur, di Balai Kota Jakarta telah dibangun Balkot Farm, sebagai miniature pertanian perkotaan. Kini seluruh kantor Walikota juga dibangun Walkot Farm, bahkan hingga ke kecamatan dan kelurahan. Partisipasi warga Jakarta juga sangat baik dalam hal urban farming,” kata Mujiati.

Pemprov DIY juga telah melakukan urban farming seperti di Jakarta. Bantuan berupa benih, peralatan, dan sejumlah sarana produksi juga dilakukan, hanya saja partisipasi warga menjaga keberlangsungan urban farming masih perlu ditingkatkan.

Hanum Salsabiela Rais, anggota DPRD DIY yang juga hadir mengapresiasi keberhasilan urban farming di Jakarta. Selain itu, putri dari politikus senior Amien Rais ini menanyakan potensi agro wisata di Jakarta.

“Kami menyebutnya Agro Edukasi Wisata, karena sekaligus sebagai sarana belajar bertani. Sudah ada di Cilangkap Jakarta Timur, serta daerah yang memiliki komoditas unggulan seperti Cagar Buah Condet, Jakarta Timur, Alpukat di Cipedak Jakarta Selatan, dan Kebun Bibit Kamal Muara di Jakarta Utara,” kata Mujiati menjawab pertanyaan Hanum Rais.

Reporter : Indri Hapsari
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018