Sunday, 26 June 2022


Moeldoko: Indonesia Harus Jadi Negara Pengekspor Produk Pertanian

12 Mar 2020, 17:40 WIBEditor : Clara

Moeldoko saat mengunjungi stand pameran di acara ASAFF 2010 | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Produktivitas pertanian nasional penting ditingkatkan untuk menjaga ketahanan dan kemandirian pangan, sehingga memiliki kedaulatan pangan yang kuat dan tidak perlu lagi mengimpor. Bahkan sebaliknya mampu menjadi pengekspor guna menambah devisa negara dari hasil produk pertanian.

Dalam jangka panjang, dan ini penting diperhatikan, adalah Indonesia harus mampu menjadi lumbung pangan yang akan turut  menyuplai kebutuhan dunia. “Kita harus menjadi bagian dari produsen pertanian yang sanggup mengatasi kemungkinan terjadinya krisis pangan dalam beberapa tahun ke depan akibat peningkatan populasi, khususnya di Kawasan Asia,” kata Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Moeldoko saat Pembukaan Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) di Jakarta, Kamis (12/3)

Di tahun ini, Indonesia menginisiasi membangun sinergi dan kolaborasi antarnegara dan antarpebisnis di kawasan Asia untuk membangun kemandirian pertanian dan ketahanan pangan. Peran dan posisi Asia dalam produksi pertanian global sangat besar. Jadi kolaborasi itu, selain untuk membangun ketahanan pangan negara-negara Asia sekaligus menjamin ketersediaan pangan dunia.

Indonesia juga ingin mengembalikan kejayaan rempah nasional dan buah-buah tropikal Nusantara,” ujar Moeldoko. Sejak dulu Indonesia dikenal dengan kekayaan rempahnya di dunia, namun potensi rempah tersebut belum dikembangkan secara strategis menjadi salah satu kekuatan ekonomi pertaniaan nasional yang dapat merajai pasar dunia, khususnya Asia.

Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga didunia, Indonesia harus menjadikan sektor pertanian dengan core economy yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi nasional dan kawasan, mengentaskan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan, dan meningkatkan kesejahteraan penduduk.

Menyinggung soal isu strategis,  Moeldoko mengatakan ada tiga hal strategis yang menjadi isu utama dunia saat ini dan ke depan, yaitu: pangan, air, dan energi. Ketiga hal tersebut akan menjadi komoditas strategis yang menggeser komoditas-komoditas yang selama ini menjadi isu dunia, seperti minyak bumi dan sumber daya alam.

Indonesia dan kawasan Asia memiliki peran strategis mengingat potensi dan sumber daya alam mendukung untuk memenuhi kebutuhan pangan, air, dan energi dunia, khususnya memenuhi kemandirian di kawasan Asia. Indonesia, salah satunya, sedang mengembangkan bioenergi, antara lain mengembangkan bahan bakar bio solar (B30), dimana sebanyak 30 persen dalam bahan bakar minyak tersebut bersumber dari pertanian.

Reporter : kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018