Wednesday, 21 October 2026


Pedagang Tetap 'Work Outside' di Tengah Corona

19 Mar 2020, 16:58 WIBEditor : Clara

Pedagang di Bogor masih berjualan di tengah wabah corona

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Covid-19 atau yang biasa disbeut virus corona memiliki dampak besar terhadap ekonomi pasar. Dengan diberikannya 14 hari libur oleh Pemerintah Kota Bogor (Pemkot Bogor) dinilai merugikan berbagai pedagang kecil dan menyebabkan beberapa panganan pokok justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Komoditas yang naik yaitu rempah dan penyegar (empon-emponan), cabai merah, bawang merah, hingga bawang bombai yang saat ini mencapai Rp 180 ribu per kg.

Dengan adanya wabah virus corona ini, tidak semua warga di Bogor meelakukan pekerjannya di rumah saja. Pedagang di pasar, tetap beraktivitas seperti biasanya di luar rumah. Hal ini karena disamping untuk mencari nafkah, ada beberapa pedagang yang berpikir ‘akan lebih parah mati karena kelaparan dibandingkan virus corona’.

“Sama-sama mati, tetapi setidaknya tidak kelaparan. Bisa kasih makan keluarga dari penghasilan dagang, walaupun terpapar. Yang penting keluarga di rumah bisa makan,” ujar pedagang ikan di salah satu pasar di Bogor, Jepri.

Ketika sebagaian besar warga di Jabodetabek menghindari keramaian, bagi pedagang di pasar tidak peduli. Padahal anjuran ini skalanya sudah nasional, tetapi pedagang tetap melanglang buana ke luar rumah. Alasannya adalah perputaran ekonomi masyarakat akan tersendar selama 14 hari kalau hanya diam di rumah.

“Oke 14 libur, tetapi nasib kita bagaimana? Kebutuhan dan lain lain, kalau tidak berjualan, siapa yang bisa menjamin kebutuhan rumah tangga kita? Apalagi saya sudah berkeluarga, punya istri dan anak,” ujar Jepri.

Memang saat ini baru hari ke-3 tetapi dampaknya sudah terasa, orang-orang enggan berbelanja ke pasar. “Orang-orang takut ke pasar, pendapatan saya turun, lalu saya menjual dagangan lain, tadinya saya jual sayur dan bawang, tapi semenjak virus corona dapat hilang dengan rempah-rempah, saya beralih ke jahe, sereh, dan temulawak,” ungkap pedagang rempah-rempah di salah satu pasar di Bogor, Maria.

Maria mengungkapan dengan menjual rempah-rempah, jauh lebih menguntungan dibandingkan jualan sayuran untuk situasi saat ini. “Jelas jauh lebih menguntungkan karena banyak yang mencari. Apalagi jahe merah, itu luar biasa banyak peminatnya,” pungkasnya.

Reporter : Ajeng A.
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018