Sunday, 05 April 2020


Lima Strategi Kementan Sikapi Wabah Corona

25 Mar 2020, 13:37 WIBEditor : Yulianto

Sosialisasi pencegahan corona melalui AWR | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakaarta---Upaya pencegahan terhadap penyebaran virus Corona atau Covid 19 terus dilakukan Kementerian Pertanian. Salah satunya dikeluarkan Surat Edaran Sekjen Kementerian Pertanian No. 1056/SE/RC.10/03/2020 tentang Strategi Dalam Pencegahan dan Perlindungan Covid 19.

Setidaknya ada lima strategi yang pemerintah siapkan. Pertama, penyediaan bahan pangan pokok utamanya beras dan jagung bagi 267 juta masyarakat Indonesia. Kedua, percepatan ekspor komoditas strategis dalam mendukung keberlanjutan ekonomi. Ketiga, sosialisasi kepada petani dan petugas lapangan (PPL dan POPT) untuk pencegahan berkembangnya virus Corona sebagaimana standar WHO dan pemerintah.

Keempat, pembuatan dan pengembangan pasar tani di setiap provinsi, optimasi pangan lokal, koordinasi infrastruktur logistik dan e-marketing. Kelima, program kegiatan padat karya agar sasaran pembangunan pertanian dicapai dan masyarakat langsung menerima dana tunai

Strategi itu diungkapkan saat Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi saat menyapa Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di ruang Agriculture War Room (AWR), beberapa waktu lalu.

Prof. Dedi mengatakan, pihaknya berkepentingan besar terhadap masalah covid 19 ini, karena sebagian besar masyarakat adalah petani. "Sosialisasi covid 19 ini ditujukan untuk Kostratani. Kostratani intinya pusat gerakan pembangunan pertanian di kecamatan," katanya.

Untuk mencegah penyebaran Covid 19, Prof. Dedi Nursyamsi meminta penyuluh yang tersebar di pelosok tanah air mengikuti kebijakan pemerintah daerah masing-masing, terutama adanya kebijakan bekerja di rumah. Namun demikian, penyuluh pertanian harus tetap bekerja secara produktif menyesuaikan kebijakan pemerintah daerah. “Hanya saja untuk kegiatan yang sifatnya kerumunan dan mengundang orang banyak untuk dikurangi. Tapi untuk kunjungan ke petani saya rasa lebih aman,” ujarnya.

Namun jika tidak memungkinkan untuk kunjungan langsung ke petani, Dedi meminta, kegiatan penyuluhan bisa dilakukan secara online sistem. Apalagi kini banyak petani yang telah memiliki handphone berbasis android. “Penyuluhan bisa dilakukan di Kostratani melalui teleconference atau WA. Jadi Kostratani bisa diefektifkan, karena itu adalah inti pembangunan pertanian,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Dedi juga meminta penyuluh untuk memberikan penjelasan kepada petani cara pencegahan Covid 19. Misalnya, jika daerahnya tengah panen, maka sebaiknya  menggunakan combine harvester. Tapi jika panen masih manual, agar jarak petani diatur paling tidak 1,5 meter. "Jadi kurangi kegiatan yang bersifat kerumunan, termasuk acara kendurkan," ujarnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018