Wednesday, 21 October 2026


Agenda Kementan Menghadapi Dampak Covid-19

22 Apr 2020, 20:52 WIBEditor : Clara

Dedi Nursyamsi saat FGD menjelaskan 3 Agenda Kementan dalam Menghadapi Covid-19

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL)  berkali-kali mengatakan pertanian tidak boleh berhenti bekerja karena hanya pertanian yang mampu menyediakan pangan. Saat ini hal yang paling penting bagi Indonesia utamanya adalah kesehatan dan pangan. Semua orang memerlukan pangan dalam kondisi apapun, apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 ini.

"Tidak ada orang yang bisa ditangguhkan pangannya. Pangan utamanya adalah penyangga kesehatan Kita, oleh karena itu pangan bisa dikatakan agen yang efektif melawan Covid-19," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi pada Focus Group Discussion VCon bertema Meraup Untung Bisnis Pangan Petani Milenial di Tengah Pandemi Covid-19, Rabu (22/4).

Kementerian Pertanian (Kementan) menerapkan tiga strategi untuk menghadapi dampak Covid-19 ini. Strategi pertama disebut Agenda SOS, yang kedua Agenda Temporary, dan yang ketiga Agenda Permanen.

Agenda SOS utamanya adalah hal-hal yang sangat mendesak dan perlu dilakukan bersama-sama dalam menghadapi Covid-19. Antara lain Kementan harus menjamin ketersediaan pangan buffer stock 11 pangan utama di seluruh pelosok tanah air. 11 pangan utama seperti beras, jagung, bawang merah, bawang putih, telur ayam, gula, daging ayam, minyak goreng, dan lainnya.

Agenda SOS yang saat ini sedang berjalan adalah sosialisasi Covid-19 sampai ke tingkat petani; pembagian sembako untuk para karyawan honorer dan masyarakat di lingkungan kantor baik di pusat maupun di pelosok; mendorong petani dan penyuluh tetap bekerja, mengajak para petani milenial mendukung ketersediaan pangan; optimalisasi Toko Tani Indonesia; bekerjasama dengan ojeg online dalam upaya distribusi bahan pokok dari Toko Tani Indonesia; kerjasama dengan startup untuk mendukung ketersediaan pangan termasuk pendistribusiannya; pemanfaatan alat dan mesin pertanian sebagai upaya menjaga social distancing.

Agenda Temporary seperti ekspor tetap maksimal, padat karya juga tetap dilaksanakan. Sedangkan Agenda Permanen meningkatkan produktivitas tetap 7 persen per tahun, ekspor tiga kali lipat tetap dipertahankan, penurunan kehilangan hasil hingga mencapai 5 persen.

Dedi menjelaskan Mentan SYL mengeluarkan surat edaran srategi Kementan dalam rangka pencegahan dan perlindungan dari dampak penyenaran virus corona yang berisi penyediaan bahan pangan pokok utamanya beras dan jagung; percepatan ekspor komoditas strategis dalam mendukung keberlanjutan ekonomi; sosialisasi kepada petani dan petugas terkait penanganan/pencegahan Covid-19; dan pengembangan pasar tani di provinsi.

Selain itu, Mentan SYL juga mengeluarkan surat edaran mengenai recofusing kegiatan dan anggaran lingkup Kementan tahun anggaran 2020 sebagai antisipasi dampak pandemi virus corona yang berisi peningkatan imunitas atau daya tahan tubuh dan kesehatan pegawai lingkup Kementan; jaringan pengaman sosial (padat karya dan fasilitas penyediaan pangan murah); dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan usaha ekonomi informal di sektor pertanian.   

Reporter : Tiara
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018