Wednesday, 23 September 2020


Potensi Pertanian Menggiurkan, SYL Kagumi Alam Humbang Hasudutan

21 Jun 2020, 09:08 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL bersama Bupati Humbang Hasudutan, Dosmar Banjarnahor | Sumber Foto:Dok. Humas Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Humbang Hasundutan---Potensi alam Kabupaten Humbang Hasudutan cukup menggiurkan untuk pengembangan pertanian, khususnya untuk budidaya hortikultura.

Bahkan saat penanaman bawang merah vareitas Batu Ijo dan jagung di Desa Habeahan Kecamatan Lintongnihita Kabupaten Humbang Hasundutan, Sabtu (20/6,. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengaku kagum dengan potensi alam dan pertanian yang dimiliki kabupaten tersebut.

“Luar biasa potensi lahan dan pertanian yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan ini. Kentangnya luar biasa bagus, bawang merahnya besar-besar, bawang putihnya bagus, jagung melimpah. Harapan dan kebutuhan saya sebagai Menteri Pertanian, rakyat Humbang besok bisa lebih sejahtera,” ucap SYL

Masih di kecamatan yang sama, Mentan SYL juga berkesempatan panen bawang bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, R. Sabrina dan Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor di Desa Parulohan.

Menurut SYL, setidaknya ada 3 hal yang membuat Humbang Hasundutan layak maju. Pertama, alam dan tanahnya begitu subur. Kedua, rakyat petaninya banyak. Ketiga, bupatinya mau mati-matian memperjuangkan rakyatnya. "Tidak ada jalannya orang miskin di Humbang kecuali dia salah jalan, agamanya tidak bagus, tidak mau kerja keras atau dikasih bibit ditanam di aspal,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut SYL menyerahkan bantuan diantaranya bantuan alsintan traktor dan cultivator, benih jagung hibrida, Asuransi Usaha Tani Pertanian (AUTP), Asuransi Usaha Ternak Kerbau, dan KUR dari berbagai bank penyalur.

Saat panen bawang putih di Parulohan, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Menteri Pertanian SYL berharap bawang merah dan bawang putih bisa dikembangkan di daerah tersebut.

“Memang butuh proses, perlu intervensi perbanyakan bibit, permodalan melalui KUR, mekanisasi, pupuk dan obat-obatan hingga fasilitas pascapanen. Ini penting agar harga bawang saat panen tidak turun dan semangat panen tidak bersoal. Ini tugas bersama semua pihak,” kata SYL.

Sementara Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor menyebutkan 90 persen lebih warganya bermata pencaharian sebagai petani. Komoditas yang dikembangkan diantaranya jagung, kopi, kentang, bawang merah, bawang putih dan padi. Diakuinya pendapatan petani di daerahnya masih perlu dioptimalkan. “Kami punya 1.200 kelompok tani lebih yang terus dibina dan perbaiki data-datanya," ujarnya.

Pihaknya berharap dukungan Kementerian Pertanian untuk mengolah lahan-lahan subur yang masih tersedia luas di wilayahnya. Setidaknya ada  sekitar 57 ribu ha lahan yang potensial digarap untuk produksi pangan, asalkan ada dukunga eksavator. "Selama ini kami sudah mendapat bantuan dari Kementan, mudah-mudahan kedepan bisa ditambah,” katanya.

Terkait bawang putih, Dosmar mengisahkan pada awal memulai tanam pada tahun 2018 lalu, petani dan petugas dinas takut saat menanam bawang putih. Mereka kuatir setelah ditanam tidak keluar umbinya.

“Ternyata begitu kami coba tanam, bisa keluar umbinya. Hasilnya bagus-bagus. Kuncinya adalah menanam dari benih yang umbi dan siungnya berukuran besar” kata Dosmar.

 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018