Saturday, 26 September 2020


Dicerai Pemkab Bogor Salurkan Bansos, Buwas: Jangan Jelek-jelekan Bulog

07 Jul 2020, 15:46 WIBEditor : Yulianto

Dirut Perum Bulog, Budi Waseso | Sumber Foto:Humas Bulog

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Perum BULOG menegaskan tidak mempermasalahkan pemutusan hubungan kerjasama dengan pemerintah daerah atau instansi manapun jika terdapat ketidakcocokan dalam praktek pelaksanaan penyaluran program bantuan sosial (Bansos). Namun hendaknya tidak melakukan hal yang bisa dianggap sebagai upaya mendiskreditkan institusi BULOG.

“BULOG memahami Pemerintah Daerah memiliki otoritas dalam melakukan penunjukkan distributor pelaksana Program Penyaluran Bansos, namun BULOG sudah menetapkan kebijakan untuk memberikan kualitas beras terbaik meskipun untuk Program Bansos,” kata Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso di Jakarta, Senin (6/7), terkait masih adanya pemberitaan tentang kualitas beras BULOG yang disalurkan di Kabupaten Bogor

Budi Waseso mengatakan, dari pemeriksaan dan laporan yang diterima manajemen BULOG, penyaluran program beras bansos di Kabupaten Bogor untuk tahap I sudah terlaksana. Jumlah beras yang disalurkan sebanyak 6.000 ton.

“Kami mensinyalir adanya upaya untuk mengganti posisi BULOG sebagai distributor beras bansos untuk tahap II di Kabupaten Bogor,” tegas Buwas sapaan mantan Kepala BNN itu. Bahkan dirinya tidak mempermasalahkan hal itu. Namun ia mengingatkan, jangan menjelek-jelekkan BULOG. “Kami tidak akan tinggal diam jika ada unsur yang tidak sehat dan akan menggunakan jalur hukum,” kata Buwas.

Sebelumnya BULOG sudah membantah pemberitaan yang menyatakan bahwa beras BULOG untuk program Bansos di Kabupaten Bogor dinilai berkualitas jelek. BULOG sendiri memastikan untuk Program Bansos sudah menggunakan beras kualitas baik sesuai kerjasama yang disepakati dengan Pemerintah Kabupaten Bogor yaitu penyediaan beras medium untuk bansos di Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum BULOG, Tri Wahyudi Saleh mengatakan, pihaknya terus melakukan monitoring dan evaluasi untuk menjamin agar kualitas beras bansos yang disalurkan ke masyarakat adalah kualitas terbaik.

Tri Wahyudi mengatakan, pihaknya telah membentuk tim monitoring dan evaluasi (monev) yang bertugas untuk koordinasi dengan Tim Pemkab Bogor (Bupati Bogor, Dinas Sosial, Dinas Perdagangan, DPRD Bogor). “Kami memastikan agar proses penyaluran Bansos berjalan lancar dan tepat waktu sesuai dengan standar kualitas beras yang diamanatkan kepada Perum BULOG,” kata Tri Wahyudi.

Ia pun menegaskan, bahwa upaya mendiskreditkan kualitas maupun kemasan Bulog yang tidak didasarkan bukti-bukti yang kuat akan diselesaikan melalui jalur hukum sesuai ketentuan. Hal ini yang harus dipahami masyarakat dan para pihak. Beras kualitas medium dan premium sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan RI.

 

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018