Friday, 07 August 2020


Kementan dan IDI Kolaborasi Lanjutkan Penelitian Eucaliptus

08 Jul 2020, 13:08 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Ketua IDI sepakat untuk melanjutkan penelitian Eucaliptus | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kementerian Pertanian (Kementan) terus mencari solusi untuk menangani penyebaran virus corona, salah satunya dengan menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait kolaborasi penelitian lanjutan tanaman obat sebagai kandidat anti-virus dan obat.

Menteri Pertanian (Mentan) Syharul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa kerjasama ini menandakan bahwa hasil penelitian Balitbangtan sepenuhnya akan diserahkan kepada IDI untuk dilakukan uji klinis dan riset-riset lainnya sesuai dengan prosedur yang ada.

"Sudah lima bulan negara kita diliputi oleh tekanan akibat keberadaan virus. Oleh karena itu kita tidak diam, apapun akan kita lakukan demi bangsa dan negara," ujar Mentan saat menyaksikan penandatanganan kerjasama tersebut di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Rabu (8/7).

Berbagai fasilitas dari Kementerian Pertanian bisa dimanfaatkan IDI untuk melakukan pengembangan riset dan uji klinis. Ada Balitro yang menangani berbagai komoditas tanaman obat, BB Pascapanen hingga BBlitvet juga yang memiliki fasilitas laboratorium yang memedai untuk meneliti virus.

"Kami memiliki 300 an profesor dan peneliti yang berkompeten, bahkan kami pernah berkontribusi dalam penanganan wabah flu burung. Tidak ada alasan untuk kita tidak membantu negara," katanya. Karenanya, kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat penelitian tanaman eucalyptus agar bisa dimanfaatkan masyarakat luas dan membantu negara dalam menanggulangi pandemi COVID 19.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Muhammad Faqih, menilai kerjasama ini akan menciptakan suatu terobosan yang memberikan harapan dan dorongan terhadap Indonesia dalam memerangi wabah virus.

"Dunia kesehatan sebenarnya banyak menggunakan bahan dari Indonesia. Namun  sampai sekarang memang belum dibudidayakan untuk dilakukan riset. Untuk itu kami siap menggali potensi bangsa supaya betul-betul dimanfaatkan di dalam industri kesehatan maupun dalam pelayanan kesehatan," katanya.

Menurut Daeng, ada dua hal penting yang ingin dilakukan. Pertama berkomitmen untuk mendorong semua inovasi yang berbasis riset anak bangsa dan harus didorong dan diteliti dengan baik. Kedua  supaya memberikan manfaat dsri hasil riset kepada bangsa dan memanfaatkan sebesar-besarnya tantangan dan peluang yang sedang dihadapi.

"Barangkali sekarang inilah saatnya peluang kita bisa menggali dan dorong penelitian dalam negeri supaya nantinya bisa dimanfaatkan oleh bayak masyarakat," tutupnya.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018