Friday, 25 September 2020


Kementan Gandeng Enam PT Dorong Diversifikasi Pangan

04 Aug 2020, 14:43 WIBEditor : Yulianto

Menteri Pertanian, SYL bersama beberapa pimpinan perguruann tinggi negeri saat kerjasama upaya mendorong diversifikasi pangan | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) bekerjasama dengan enam perguruan tinggi Indonesia dalam rangka pengembangan diversifikasi pangan lokal dan pendampingan kegiatan pekarangan pangan lestari.

Enam perguruan tersebut yakni Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Sekolah Vokasi IPB, Universitas Lampung (UNILA), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Hasanuddin (UNHAS) dan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan kerjasama ini merupakan kerjasama lanjutan yang memiliki tujuan untuk memperkuat diversifikasi pangan lokal, lebih khusus untuk pekarangan pangan lestari. Perguruan tinggi memiliki teknologi dan inovasi yang harus diterapkan di masyarakat, agar meningkatkan penyediaan pangan.

"Kerjasama ini Insya Allah dapat menjadi percontohan dalam membangun mindset tentang pekarangan pangan lestari serta diversifikasi pangan," ujar SYL saat penandatanganan dengan enam perguruan tinggi Indonesia di Kantor Pusat Kementan, Selasa (4/8).

Menurut Mentan, kerja sama ini sangat penting karena persoalan pertanian tidak bisa diselesaikan oleh Kementerian Pertanian saja. Melainkan harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat, terutama Perguruan Tinggi sebagai mercusuar utama.

"Kami berharap definisi-definisi serta teori-teori yang diajarkan oleh perguruan tinggi Indonesia, dapat segera digagas BKP (Badan Ketahanan Pangan) untuk dapat mengembangkan ketahanan pangan. Karena ini menyangkut hak hidup masyarakat Indonesia," tuturnya.

SYL meminta, di tengah pandemi Covid 19 yang masih mewabah seluruh dunia, masyarakat tetap memiliki semangat dalam menjaga ketahanan pangan. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah.

"Sebenarnya lahan di sekitar kita sangat potensial untuk menanam buah-buahan, sayur-sayuran bahkan peternakan. Ini semua sangat dibutuhkan untuk keperluan gizi yang cukup bagi masyarakat Indonesia," katanya.

Karena itu, SYL berharap pengembangan diversifikasi dan pekarangan rumah dapat memberikan manfaat untuk keberlangsungan hidup sehari-hari. "Dibutuhkan tata kelola yang baik dari hulu hingga hilir. Jadi kita bukan hanya fokus pada hasilnya, tetapi prosesnya juga harus kita kawal," ujarnya.

Pada kesempatan itu SYL juga mendorong seluruh mahasiswa di berbagai perguruan tinggi nasional untuk terjun langsung membantu pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan diversifikasi pangan lokal dan pendampingan pekarangan pangan lestari.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting dalam membuat suatu terobosan dan inovasi yang tidak biasa untuk kepentingan masyarakat Indonesia. "Kami berharap mahasiswa mau turun ke lapangan. Konsepnya sudah ada dan kita juga punya ilmunya. Hanya saja perlu dilakukan pendekatan yang tidak biasa. Ini adalah salah satu solusi untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi mengatakan, diversifikasi pangan dan pekarangan pangan lestari merupakan upaya Kementan dalam menyediakan akses pangan bagi rumah tangga. Selain itu, upaya tersebut juga untuk menggerakan ekonomi masyarakat serta menyediakan kebutuhan pangan yang aman.

"Kami mencoba melakukan pendampingan dengan bekerjasama dari dari beberapa Universitas. Karena kami menyadari, kontrol ini tidak mudah karena tersebar di seluruh Indonesia," katanya.

 

 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018