Monday, 28 September 2020


Ekonomi Kuartal II Seret, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat

05 Aug 2020, 12:48 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal II tahun 2020 ini mengalami pelambatan tumbuh (kontraksi) sebesar 4,19%. Meskipun pertumbuhan ekonomi tengah seret, pertumbuhan positif ditorehkan sektor pertanian yang bertumbuh 16,24% (q to q) dibandingkan triwulan I 2020.

Badan Pusat Statistik telah mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2020 hari ini, Rabu (5/8). Angka-angka tersebut dirilis langsung oleh Kepala BPS, Suhariyanto, secara live streaming melalui kanal youtube BPS.

"Perekonomian Indonesia berdasarkan hasil Product Domestic Bruto (PDB), didapatkan hasil Rp 3.687,87 trilliun atas dasar harga berlaku. Kalau dibandingkan dengan posisi pada triwulan ke 2 tahun 2019(year to year) maka pertumbuhan ekonomi pada kuartal 2 2020 ini mengalami kontraksi 5,32 persen (-5,32%). Sedangkan dibandingkan dengan triwulan 1 tahun 2020 (q to q) mengalami kontraksi (-4,19%)," bebernya.

Diakui Suhariyanto, kontraksi ini cukup dalam dilihat dari PDB tahun 2020. "Kalau dilihat triwulan 1 2020, pertumbuhan ekonomi sudah melambat 2,70 persen karena pandemi COVID yang luar biasa buruknya, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan negatif (kontraksi) sebesar 5,32%," tambahnya.

Dilihat dari 17 sektor lapangan usaha penyumbang PDB, hanya ada 3 lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan positif yaitu pertanian (16,24%), infokom (3,44%) dan pengadaan air (1,28%). Sementara kontraksi yang paling dalam pada sektor transportasi dan pergudangan.

"Sektor pertanian mengalami kenaikan kontribusi dalam PDB Indonesia pada triwulan II tahun 2020 (15,46%) ini dibandingkan dengan triwulan II tahun 2019 silam (13,57%)," jelasnya. 

Lebih lanjut Suhariyanto menilai salah satu yang menyebabkan pertanian ini tumbuh positif adalah tanaman pangan yang tumbuh tinggi (9,23%) karena adanya pergeseran musim tanam yang mengakibatkan puncak musim panen banyak terjadi pada triwulan II 2020."Tahun lalu panen raya jatuh di bulan Maret, sedangkan tahun 2020 ini jatuh di April dan selama bulan Mei masih panen raya," jelasnya.

Tanaman hortikultura juga masih tumbuh positif (0,86%), salah satunya karena meningkatnya permintaan buah-buahan sayuran dan tanaman obat. Sedangkan Tanaman perkebunan juga masih tumbuh positif (0,17)yang ditandai dengan peningkatan produksi kelapa sawit, kopi dan tebu di beberapa sentra produksi serta adanya peningkatan permintaan luar negeri untuk olahan CPO.

Khusus untuk subsektor peternakan, diakui Suhariyanto mengalami kontraksi 1,83% karena penurunan permintaan unggas oleh tutupnya restoran, hotel dan beberapa tempat wisata.

Sementara untuk perikanan mengalami kontraksi (-0,83%) karena adanya penurunan produksi ikan budidaya sebesar 15%, meskipun dari perikanan tangkap masih tumbuh 1,2%.

"Sehingga secara keseluruhan pertumbuhan positif dari pertanian ini bagus,dan mengurangi laju kontraksi yang terjadi selama triwulan II tahun 2020," pungkasnya.

 

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018