Sunday, 26 June 2022


Kostratani Dilaunching di Tasikmalaya, BPPSDMP Kementan Ajak Milenial Terjun ke Pertanian

14 Aug 2020, 11:07 WIBEditor : Clara

Kostratani menjadi pusat pertanian di daerah | Sumber Foto:Humas BPPSDMP

TABLOIDSINARTANI.COM, Tasikmalaya---Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) meresmikan gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) di BPP Cigalontang, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (13/08). Dalam kesempatan itu, Kepala BPPSDMP mengajak generasi milenial untuk menekuni usaha pertanian.

Menurut Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, terjunnya generasi milenial ke sektor pertanian sudah dilakukan di mancanegara. “Pengusaha pertanian mancanegara yang berhasil, didominasi oleh generasi milenial. Oleh karena itu, kita mengajak para generasi milenial di Indonesia, khususnya di Tasikmalaya untuk terjun ke sektor pertanian,” katanya.

Dijelaskan Dedi, dahulu anak muda sangat tidak terlalu berniat ke sektor pertanian. Karena, kesan yang didapat dari pertanian tidak baik. Pertanian identik dengan kotor, dan lainnya.

“Tapi, kita terus memberikan informasi ke anak-anak muda kalau sektor pertanian itu menguntungkan, kalau dari pertanian kita bisa dapat banyak duit. Kalau kita berusaha di pertanian, pasti untung. Kalau rugi pasti ada yang salah dalam manajemennya,” kata Dedi.

Dedi Nusyamsi juga mengingatkan petani untuk meninggalkan pola berpikir pertanian yang lama, yaitu  tanam, petik, jual.

“Itu dulu. Pertanian itu bukan hanya hobi, tapi kita juga harus memikirkan untung. Caranya harus pakai ilmu, melakukan inovasi. Di Taiwan dan Korea, harga komoditas sayuran disediakan kantor dinas pertanian. Setiap petani bisa mengakses harganya di setap distrik dan subdistrik. Jadi petani bisa tahu kapan harga komoditasnya tinggi. Dan mereka bisa menentukan waktu tanam dan panen sehingga lebih menguntungkan. Itulah ilmu,” katanya.

Oleh karena itu, sebelum melakukan tanam petani harus memikirkan bagaimana caranya mendapat modal, ada KUR ada BUMdes. Setelah itu pikirkan bagaimana mengolah tanah yang efisien, menanam, menjaga tanaman gangguan hama. Untuk ini bisa menggunakan mekaniasai. Dengan mekanisasi biayanya lebih murah dan lebih efisien, artinya lebih untung.

“Setelah panen jangan langsung jual. Seleksi dulu, yang kurang bagus dipisahkan. Setelah itu, packaging yang bagus. Atau pikirkan kemasannya yang menarik. Kalau kemasan semakin bagus, orang akan semakin tertarik untuk membeli. Kemasan pegang peranan penting,” katanya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya, Muhammad Zen, mengatakan kunjungan Kepala BPPSDMP ke Kecamatan Cigalontang sangat tepat.

“Kecamatan Cigalontang ini luas. Kecamatan dengan desa terbanyak di Tasikmalaya, jumlahnya sampai 16 desa. Potensi yang dimiliki Cigalontang adalah pertanian. Jadi, tepat sekali kalau Kepala BPPSDMP Kementan hadir di sini,” tuturnya.

Muhammad Zen mengatakan, semangat petani di Cigalontang sangat luar biasa. Di sini, pertemuan rutin berjalan dengan baik. Ada inovasi juga. “Tapi, semua yang ada disini adalah hasil dari sebuah proses. Dan untuk mendukung pertanian, apa yang dibutuhkan petani, khususnya Cigalontang, akan kita wujudkan di tahun 2021, seperti alat pascapanen untuk menjaga hasil pertanian,” katanya.

 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018