Monday, 28 September 2020


Komisi IV DPR RI Tantang Balitbangtan Menjamin Ketersediaan Bibit Unggul

14 Sep 2020, 09:33 WIBEditor : Gesha

RDP dengan Balitbangtan | Sumber Foto:TV PARLEMEN

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Komisi IV DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama Kementerian Pertanian di Gedung DPR. Selain membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementan tahun 2021 serta usulan program yang akan didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK), Anggota Komisi IV DPR RI juga menantang Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) untuk menjamin ketersediaan bibit unggul untuk seluruh Indonesia.

“Kita harapkan agar Balitbangtan betul-betul fokus sehingga setiap tahun terus bisa memberikan kontribusi terhadap pertanian di daerah maupun pusat,” ungkap Anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Demokrat, Muslim yang menyampaikan bahwa Balitbangtan merupakan motor untuk melahirkan berbagai temuan dalam bentuk bibit, varietas, atau produk-produk lainnya.

Anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Demokrat lainnya, Suhardi Duka berharap Balitbangtan bisa menjamin ketersediaan bibit unggul di seluruh Indonesia dengan membangun lembaga-lembaga penelitian dan sentra-sentra bibit di daerah. “Sehingga petani tidak tergantung lagi dengan bantuan bibit setiap tahun. Kalau sudah ada balai-balai pembibitan di daerah, bibit-bibitnya bisa disebar ke petani,” kata Suhardi.

Untuk ketersediaan varietas dan bibit unggul di daerah, Anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Nasdem, Abdullah Tuasikal berharap Balitbangtan meningkatkan peran Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) serta membangun Kebun percobaan untuk tanaman hortikultura, perkebunan, maupun pangan-pangan lokal.

Mengenai ketersediaan benih padi, Anggota Komisi IV dari Fraksi Gerindra, Azikin Solthan berharap agar benih padi dikembangkan di wilayah yang ada balai penelitiannya, sehingga bisa disesuaikan kondisi masyarakat. Misalnya, masyarakat Sulawesi Selatan masyarakatnya sangat membutuhkan bibit padi Membramo yang harganya bagus dan hasil panennya cukup baik kurang lebih 7 ton/ha gabah kering panen (GKP). “Karena itu, bibit-bibit yang diserahkan pada masyarakat harus betul-betul bibit yang sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing,” tuturnya.

Sementara, Anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Andi Akmal Pasluddin, berharap hasil temuan Balibangtan betul-betul bisa membumi dan aplikatif. “Artinya ada contoh yang bisa kita lihat sehingga masyarakat betul-betul bisa mengikutinya,” tuturnya. Berdasarkan data yang ada, temuan Balitbangtan cukup banyak, namun perlu dipublikasikan. Untuk itu, Balitbangtan diharapkan setiap saat bisa memberikan review atau laporan temuan-temuan Balitbangtan sehingga Komisi IV merasa yakin bahwa Balitbangtan sangat mendukung sektor pertanian.

Andi Akmal mencontohkan di Sulawesi Selatan misalnya, bibit padi hasil Balitbangtan sangat disukai masyarakat. “Artinya produk kita cukup bagus, tinggal bagaimana dimaksimalkan sehingga kontribusi Balitbangtan dan Balai-balainya betul-betul dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Langkah Balitbangtan

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan, Fadjry Djufry menyampaikan berbagai inovasi dan teknologi telah dihasilkan Balitbangtan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia. Salah satunya berbagai varietas unggul untuk komoditas tanaman pangan, sayuran dan buah, dan perkebunan. Balibangtan juga telah menghasilkan berbagai bibit unggul ternak dan unggas untuk mendukung sektor peternakan. Kepala Balitbangtan juga menyampaikan Rancangan Pagu Anggaran Balitbangtan tahun 2021 sebesar Rp 1.725,12 miliar.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Balitbangtan mengatakan bahwa Balitbangtan akan menyiapkan penyediaan benih di beberapa provinsi, terutama ketersediaan benih sumber di setiap BPTP. Balitbangtan juga akan memperbesar dan memperbanyak beras khusus untuk stunting, diabet, dan lainnya.

Diakhir Rapat Dengar Pendapat, Ketua Komisi IV DPR, Sudin mengatakan bahwa Komisi IV menerima penjelasan eselon 1 kementan atas Rancangan Pagu Anggaran dalam RKA K/L tahun anggaran 2020. “Selanjutnya Komisi IV DPR RI meminta Kementarian Pertanian untuk melakukan realokasi maupun refocusing terhadap rancangan pagu anggaran tersebut sesuai saran dan masukan Komisi IV DPR RI,” tuturnya.

Sudin juga membacakan saran dan masukan untuk Balitbangtan agar membangun lembaga dan sentra-sentra penelitian di daerah, revitalisasi dan modernisasi sarana prasarana laboratorium penelitian, serta menghasilkan output berupa teknologi yang dibutuhkan dan diaplikasikan petani.

Dalam Rapat Dengar Pendapat tersebut  Sekjend Kementan, Plt Inspektur Jenderal Kementan, Dirjen Perkebunan, Kepala Balitbangtan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, dan Kepala Badan Ketahanan Pangan secara bergantian memaparkan RAK 2021.

Reporter : NATTASYA
Sumber : Balitbangtan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018