Tuesday, 27 October 2020


Hari Tani 2020 : Petani Penyelamat Kehidupan Bangsa Hadapi Pandemi COVID 19

24 Sep 2020, 14:24 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan panen aneka sayuran dalam memperingati Hari Tani Nasional 2020 | Sumber Foto:Nattasya

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Hari Tani Nasional yang jatuh pada tanggal 24 September 2020 kali ini diadakan dengan cara berbeda, meskipun memiliki tujuan yang sama yaitu mendukung gerakan kepedulian terhadap petani dan kemajuan pertanian yang kian maju, mandiri dan modern.

"Petani adalah Penyelamat Kehidupan Bangsa. Petani punya posisi penting dalam kehidupan manusia Indonesia. Mereka yang memberikan makan bagi seluruh masyarakat Indonesia," tegas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam peringatan Hari Tani Nasional di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Kamis (24/9).

Diungkapkan Mentan SYL, keberadaan petani tersebut sangat penting, bahkan menjadi petikan pidato spektakuler dari Presiden Soekarno di tahun 1952 "Pangan Rakyat Soal Hidup atau Mati" sehingga sampai kapanpun kebutuhan pangan bangsa Indonesia harus dipenuhi oleh petani Indonesia 

Diakui Mentan SYL, hingga saat ini petani terus bekerja dan berjuang memastikan ketersediaan bagi lebih dari 273 juta penduduk Indonesia. Tantangan tersebut kian kompleks ketika dihantam badai COVID 19, tak terkecuali di Indonesia. Namun, pertarungan melawan COVID ini, petani tak boleh sendiri. 

"Harus kerjasama kolaboratif. Tak hanya dengan pemerintah, tetapi masyarakat secara keseluruhan. Karenanya, mari perkuat kerjasama dan kolaborasi sebagai kepentingan bersama, rakyat dan pilar utama negara," tukasnya.

Mentan SYL menekankan negara hanya kuat jika hadir kekuatan ekonomi bangsa yang baik dan ditandai dengan pertanian yang maju. "Dia (Pertanian) menjadi pilar utama negara. Negara maju saja sekarang kembali bertani, apalagi kita dasarnya adalah negara agraris ," tuturnya.

Regenerasi Petani

Di sisi lain, aspek regenerasi petani mutlak diperlukan negara untuk menjamin keberlanjutan pangan di masa depan. "Khususnya keterlibatan tangan generasi milenial sebagai generasi masa depan yang vital dalam transfer kemampuan penggunaan dan penerapan teknologi di bidang pertanian," jelasnya.

Mentan SYL menegaskan sektor pertanian, mau tidak mau harus bertransformasi dan mengubah manajemen usaha pertanian. "Tidak lagi menggunakan cara lama untuk meningkatkan produktivitas, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas," tuturnya.

Dirinya meyakini dengan memanfaatkan momentum Hari Tani Nasional ini, di masa depan akan lahir petani milenial dari seluruh kabupaten kota yang ada di Indonesia. "Kami titipkan pada para Gubernur, Bupati, Camat, Kepala Desa/Lurah bahwa pertanian sesuatu yang menjanjikan pasti bagi kehidupan rakyat," jelasnya.

Apabila dari masing-masing daerah tersebut lahir tokoh milenial tani, dipastikan milenial lain akan ikut bergerak. "Petani milenial itu memiliki intuisi (bisnis) yang lebih tajam. Memiliki networking yang lebih luas dan diluar batas kemampuan. Bahkan dengan pendekatan global dan digitalisasi, mereka bisa saling bersatu," urainya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018