Saturday, 24 October 2020


Staf Khusus Presiden Dukung 2,5 Juta Petani Milenial

13 Oct 2020, 17:39 WIBEditor : Ahmad Soim

Mentan SYL terima staf khusus Presiden di kantornya | Sumber Foto:Dok Humas Kementan

 

TABLOIDSINARTANI.COM - Staff Khusus Presiden bidang inovasi, interpreneurship dan milenial, Billy Mambrasar  mengatakan Kementan berhasil meningkatkan nilai ekspor sektor pertanian. Pada periode bulan Januari sampai dengan Agustus 2020, ekspor sektor pertanian Indonesia meningkat  8,82 persen, yakni mencapai Rp258 triliun. 

Kondisi ini menurutnya sektor pertanian paling tangguh dalam pandemi covid-19. Dia berharap para milenial mau terjun di sektor pertanian.

“Saya siap mendukung seluruh program yang diusung oleh Kementerian Pertanian khususnya untuk meningkatkan sumber daya manusia terutama generasi milenial di sektor pertanian, “ ujar Billy Mambrasar saat melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (13/10)

Lebih lanjut Billy mengungkapkan bahwa Menteri Pertanian, SYL memiliki program yang sangat krusial untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional, yaitu melalui program food estate yang kini tengah giat dilakukan di Provinsi Kalimantan Tengah. Untuk itu Billy selaku generasi milenial turut serta ingin berupaya dan berkontribusi dalam mencapai output pertanian yang optimal melalui peningkatan penggunaan teknologi pertanian dan meningkatkan minat generasi muda di sektor pertanian untuk menjadi petani milenial.

“ Menteri Pertanian, SYL memiliki program mendorong munculnya 2,5 juta petani milenial untuk menggerakan pertanian secara modern dan mengakses pasar secara leluasa. Untuk itu kami selaku Staff Khusus Presiden khususnya bidang inovasi, interpreneurship dan milenial akan turut mendukung program tersebut dalam rangka menciptakan ketahanan pangan nasional, “ ujar Billy

Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Pertanian, SYL bahwa peran petani milenial amat dinanti negara untuk bisa menciptakan inovasi pertanian dari hulu ke hilir sehingga menciptakan nilai tambah komoditas pertanian. Para petani milenial harus terus didukung agar bisa memacu tumbuhnya petani-petani muda yang baru.

Billy mengungkapkan bahwa pihaknya telah membuat rencana program untuk mendukung terlaksananya program petani milenial seperti menciptakan program resonator atau leader petani milenial yang dapat memodernkan pertanian serta meningkatkan akses produk pertanian tersebut ke pasar di level desa.

“ Di tahap awal kita akan menyasar pada Provinsi krusial seperti Papua dan Kalimantan Tengah sebagai Provinsi percontohan untuk menciptakan farming leaders dikalangan milenial, sehingga nantinya mereka diharapkan akan menularkan kepada jutaan milenial lainya di Indonesia, “ ungkap Billy

Rencana awal program tersebut akan dilakukan di 10 Propinsi melalui pelatihan kepada petani milenial. Dalam pelatihan tersebut mereka bukan saja mendapat pemahaman terkait bagaiman meningkatkan produktivitas tetapi juga cara mengakses pasar dari suatu komoditas dengan menggunakan teknologi digital seperti strat-up dan kerjasama dengan banyak mitra lainya. 

“Dari 10 Provinsi, ditargetkan akan mencetak 100.000 petani milenial. Sehingga kedepan hasilnya tidak hanya untuk mensuply kebutuhan pangan nasional tetapi juga berorientasi pada ekspor, “ kata Billy 

Pada kesempatan tersebut Billy juga menegaskan bawa generasi milenial harus kembali lagi kepada sektor pertanian, karena dalam kondisi krisis akibat Pandemi Covid-19 yang melanda Indoensia saat ini sektor pertanian merupakan sektor yang paling stabil, tingkat pertumbuhan di sektor pertanian paling tinggi dibanding sektor lainya. Sehingga sektor ini terbukti menjadi sektor andalan di negeri ini. 

Merujuk data BPS, pada kuartal II 2020 sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia dengan pencapaian 16,24 persen (q to q). Padahal, pandemi Covid-19 belum juga usai dan sejumlah sektor lain pun masih cenderung terpuruk di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia turun sampai 4,19 persen (q to q) dan 5,32 persen (y-o-y).

Selain itu Nilai Tukar Petani (NTP) periode September 2020 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kenaikan terjadi sebesar 101,66 jika dibandingkan dengan NTP Agustus 2020 yang sebesar 100,65.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018