Saturday, 24 October 2020


Ada Isu Beras Plastik, Anggota Dewan Cek Kualitas Beras Bansos Bulog

16 Oct 2020, 11:36 WIBEditor : Yulianto

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi mengecek langsung gudang Bulog | Sumber Foto:Humas Bulog

TABLOIDSINARTANI.COM, Subang---Komisi IV DPR RI dalam masa reses I menengok gudang beras Perum Bulog di Subang, Jawa Barat. Kunjungan ini guna meninjau langsung kualitas beras untuk program Bansos tahun 2020 dari Kemensos di wilayah tersebut. Apalagi sebelumnya ada isu beras plastik.

Wakil KetuaKomisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi menjelaskan, kunjungan kerja kali ini difokuskan untuk meninjau langsung dan memastikan bahwa tidak ada penyelewengan dalam penyaluran bansos beras Keluarga Penerima Manfaat di wilayah Jabar.  Apalagi sempat beredar berita tentang beras bansos yang tercampur biji plastik di wilayah Jabar yang kini sedang diusut Kejaksaan Negeri setempat.

Saat ini Tim monitoring dan evaluasi Bulog terus berkerjasama dengan Kejaksaan Negeri setempat untuk mengusut laporan masyarakat terkait penemuan biji plastik dalam beras bansos. Bulog secara tegas meyakinkan beras yang tercampur dengan biji plastik bukan berasal dari Perum Bulog.

“Kita sudah cek langsung kondisinya di Gudang Bulog tidak ada beras plastik dan tadi sudah dijelaskan Direksi Bulog bahwa isu beras plastik dipastikan dilakukan oknum yang terganggu karena penyaluran bansos ini menggunakanan beras Bulog bukan beras mereka, serta kita mendorong Kejaksaan segera mengungkap oknum tersebut,” tutur Dedi.

Dedi menjelaskan, Perum Bulog harus didorong untuk terus bisa menyediakan stok beras berkualitas untuk program-program pemerintah, sehingga stok Bulog ini bisa berputar dan bisa terus menyerap beras hasil panen petani.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum BULOG, Bachtiar yang ikut mendampingi dan menerima kunjungan kerja tersebut menegaskan, pihaknya terus memaksimalkan penyaluran program Bansos Beras kepada Keluarga Penerima Manfaat.

“Kami berkomitmen untuk memastikan kualitas dan kuantitas beras di pintu gudang Bulog di seluruh wilayah Indonesia. Selanjutnya diserahkan kepada jasa pengangkut/transporter yang ditunjuk Kementerian Sosial RI,” katanya.

Bulog sudah menyediakan stok beras sesuai kualitas yang ditentukan untuk program Bansos Beras ini. Hingga 14 Oktober 2020, Bulog telah menyalurkan Beras Bansos sebanyak 321.222 ton atau 71 persendari pagu 3 alokasi. 

Memperhatikan realisasi tersebut maka masih tersisa sebesar 128.778 ton untuk segera disalurkan, untuk itu perlu percepatan penyaluran Bansos Beras ini pada sisa hari di bulan Oktober ini,” kata Bachtiar.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018