Saturday, 23 January 2021


Presiden Jokowi Dorong Kementan Tingkatkan Produksi Menggunakan Inovasi

11 Jan 2021, 14:00 WIBEditor : Ahmad Soim

Mentan buka Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021 | Sumber Foto:Dok Humas Kementan

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mendorong  Kementerian Pertanian (Kementan)  meningkatkan produksi pangan nasional. Jokowi berharap, upaya tersebut mampu mengurangi beban impor serta menjawab harapan banyak masyarakat terhadap kebutuhan pangan nasional.

"Carikan desain yang baik agar kita bisa selesaikan semua ini. Saya kira ini bisa menjadi catatan untuk kedepannya," ujar Jokowi pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2021 yang digelar secara virtual di Istana Negara , Senin, 11 Januari 2021.

Jokowi menilai, ketergantungan komoditas pangan impor bisa dikurangi melalui pendekatan pertanian modern dengan memanfaatkan teknologi dan penyediaan lahan pertanian yang luas di seluruh Provinsi.

"Kita tidak bisa melakukan cara yang lama yang sudah bertahun tahun lalu. Kita butuh inovasi dan rutinitas yang tidak biasa," katanya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan terus berupaya mengurangi ketergantungan impor dengan meningkatkan produksi pangan nasional.  "Saya sudah perintahkan kepada seluruh jajaran Kementan untuk menjawab tantangan ini. Saya mau 200 hari dari sekarang kita sudah bisa kasih jawaban ke Presiden," katanya.

Pada tahun 2020 impor pangan berkurang sebesar 10 persen. Penurunan tersebut disebabkan karena pemerintah memiliki program jangka panjang yang fokus membangun sumber pangan di tiap-tiap daerah. "Perluasan area tanam di sejumlah daerah akan terus dilakukan sesuai arahan Presiden," tutur Mentan SYL.

Kementan telah menetapkan arah kebijakan pembangunan pertanian yaitu  pertanian Maju Mandiri Modern.  “Membangun pertanian yang maju, mandiri dan modern kian tertantang kala wabah corona masuk ke Indonesia, dan menghantam perekonomian dunia termasuk Indonesia.” 

Dalam rangka mencapai ketahanan pangan,  nilai tambah dan ekspor, yang pertama harus dilakukan adalah meningkatkan produkivitas kemudian melakukan program pendukung yang  telah diformat dengan 5 cara bertindak (CB) sesuai  arahan Presiden Joko Widodo.

 

“ Cara Bertindak yang kami lakukan meliputi peningkatkan kapasitas dan produksi, diversifikasi pangan, penguatan cadangan atau lumbung pangan, penerapan pertanian Modern atau modernisasi pertanian serta peningkatan ekspor pertanian melalui Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks), “ papar Mentan

 Kementerian Pertanian juga telah melakukan upaya terobosan melalui pengembangan kawasan pertanian skala luas (food estate) dan program koorporasi Pertanian di 6 Provinsi serta melakukan perluasan areal tanam.

Reporter : Som
Sumber : Humas Kementan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018