Sunday, 28 February 2021


Dahsyatnya Banjir Kalsel, Masyarakat Bergerak Bentuk Relawan Tanggap Bencana

18 Jan 2021, 08:13 WIBEditor : Gesha

Banjir di Kalsel, masyarakat butuh bantuan relawan | Sumber Foto:Abdul Karim

TABLOIDSINARTANI.COM, Hulu Sungai Tengah-- Banjir yang datang tiba-tiba di Kalimantan Selatan membuat masyarakat panik. Namun langsung bergerak membentuk relawan tanggap bencana.

Salah satu daerah yang terdampak banjir bandang di Kalimantan Selatan adalah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Dua wilayah yang parah adalah Desa Pagat, Kec. Batu Benawa dan Kota Barabai.

"Setelah terputus komunikasi selama 3 hari dengan adik saya di desa Pagat/Kec. Batu Benawa, hari ini Ahad/17 Januari 2021 pukul 14.40 koneksi terbangun kembali. WA sudah hidup," ungkap salah satu relawan tanggap bencana di Kab. Hulu Sungai Selatan, Abdul Karim kepada tabloidsinartani.com.

Karim bercerita, Desa Pagat berbatasan dengan kecamatan Hantakan. Air yang mengalir dari gunung-gunung melaju melalui Kec. Hantakan, dan dalam beberapa menit sampai di Desa Pagat, selanjutnya ke Kota Barabai.

"Barabai dengan Hantakan / Pagat terpaut ketinggian cukup jauh. Apabila di Pagat air sudah selutut maka di Kota Barabai sudah di dada. Jadi dapat dibayangkan. Saat ini di Pagat sudah surut, tetapi di jalan-jalan di Kota Barabai masih se-dada orang dewasa," tuturnya.

Di Kec. Hantakan, ada sepanjang 1 kilometer jejeran rumah yang dilibas air hingga tak nampak lagi sisanya sekalipun. Kini eks pemukiman itu telah menjadi sungai. Fenomena alam ini dahsyat sekali. Sungai membentuk dirinya menjadi formasi baru.

Sekarang, di Desa Pagat dan Hantakan, air sudah mulai surut, tetapi kekentalannya tidak berubah. Tidak layak dikonsumsi, maka yang terjadi adalah krisis air karena PDAM mati di lokasi tersebut.

"Banyak yang terdampak, tempat wisata Pagat dan Hantakan yang selama ini memberi kehidupan sangat berarti bagi penduduk local sudah tidak akan berfungsi dalam jangka cukup panjang sehingga banyak penduduk akan kehilangan pekerjaan," tuturnya.

Begitu juga petani yang kebun-kebunnya di tepian sungai hanyut dan berubah menjadi sungai. "Termasuk milik adik saya, tanamannya lenyap (pisang, kates, apokat, jeruk) dan tanahnya sisa separuh, yang separuh lagi jadi sungai," ungkapnya.

Lebih tragis lagi, sawah-sawah petani di Pagat dan Aluan yang rata tertutup lumpur. Padahal ini sandaran hidup rakyat dan masa depan akan jadi suram. Ternak ayam yang biasa menyuplai telur ke supermarket terhenti operasinya karena pakan ayam tak bisa dikirim. Pakan yang ada di gudang ikut terbenam banjir. 

Bentuk Relawan

"Reaksi pemerintah agak lambat. Mungkin karena serangan mendadak ini sangat cepat, harap bisa dimaklumi, jangan salahkan pemerintah. Tetapi hebatnya, masyarakat bereaksi sepontan. Inilah hukum alam," akui dirinya.

Tim pejabat pusat datang dengab formasi lengkap berkunjung ke lokasi terparah yaitu Barabai.  Rakyat bersemangat dan optimis. Pemerintah tidak gagal dalam memberi perhatian dan melindungi rakyat sesuai amanah konstitusi. 

Di desa Pagat kini terbentuk spontan tim relawan yang membantu sedapat mungkin warga desa sekitar yg terpapar lebih parah.  Mereka juga terpapar, tetapi masih bisa berbuat, karena ada korban yang lebih ancur. Mereka merelakan stock bahan pangan pribadinya dijadikan milik umum. Bahkan beberapa pedagang beras yg sempat mengamankan dagangannya merelakan orang mengambil berasnya cuma-cuma.

Dimana-mana berdiri tenda dan tempat-tempat penampungan yg diinisiasi oleh masyarakat. "Saya pribadi, saya sulap garasi menjadi dapur untuk memasak sekemampuan saya bersama anak dan istri, dengan tenaga dan dana yang tak seberapa," tuturnya 

Namun, ketika dirinya mengunggah beberapa foto kondisi melalui media sosial, reaksi positif diterima dan bantuan mengalir,. "Bahwa mereka para korban itu tidak sendiri…. Bahwa kami para relawan…. Juga tidak sendiri…. Terima kasih untuk Dedy Ristanto (Bandung), Wahid Irsyadi, Khairil Bakri, (Balikpapan) Sekar Telkom Banjarmasin, Lenny Fadita (Balikpapan)," tuturnya.

Reporter : Echa/Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018