Sunday, 11 April 2021


Dekan Pertanian UGM : Pertanian Tidak Bisa Dipisahkan dari Ekonomi Indonesia

25 Feb 2021, 14:57 WIBEditor : Gesha

Bantuan benih ke petani rawan penyimpangan, sehingga akan dikawal ketat oleh Itjen Kementan | Sumber Foto:Dok. Sinar Tani

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---- Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr.Ir. Djamhari, SP.MP menekankan pentingnya pertanian yang tidak bisa dipisahkan dari ekonomi Indonesia, utamanya dalam menopang dan memperkuat ekonomi nasional sejak dahulu hingga di masa depan.

"Pertanian itu tidak bisa dipisahkan dari penopang ekonomi nasional. Sebab pertanian adalah sumber utama pendapatan rumah tangga. Bahkan penyumbang PDB, penyerap tenaga kerja dan penghasil devisa negara," ujarnya dalam  sesi diskusi berjudul Menakar Kekuatan Sektor Pertanian Sebagai Penopang Ekonomi Nasional yang diselenggarakan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI).

Djamhari mengatakan, peranan sektor pertanian juga sangat besar dalam penyediaan bahan pangan dan bahan baku industri di seluruh dunia. Apalagi, pertanian terbukti mampu berperan terhadap penyediaan bahan pakan dan bahan baku bioenergi. "Pertanian itu tidak bisa dilepaskan baik dalam kondisi normal maupun tidak normal. Kita lihat saja sekarang tidak akan ada mie instan, restoran, atau industri manufaktur lainya yang tanpa ada tanaman padi dan pertanian lainnya. Jadi saya kira sangat penting sekali sektor pertanian ini," tegasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengapresiasi kontribusi sektor pertanian terhadap proses pemulihan ekonomi nasional selama krisis pandemi Covid 19, yakni sejak 2019 hingga Februari 2021. Data dan statistik sektor pertanian sejauh ini menunjukan pertumbuhan positif, yakni mencapai 2,59 persen dengan subsektor tanaman pangan sebagai penyumbang tertingginya, yaitu 10,47 persen.

Angka tersebut didorong karena peningkatan luas panen dan produksi padi, jagung, ubi kayu serta dukungan cuaca yang relatif bagus. BPS juga mencatat bahwa sektor pertanian berkontribusi terhadap pertumbuhan lima sektor lapangan kerja. "Kalau  kita lihat dari perdagangan produk pertanian ke luar negeri juga mengalami kenaikan sebesar 14 persen dengan tiga komoditas utamanya, yakni kopi, tanaman obat dan rempah," kata Koordinator Fungsi Konsolidasi Neraca Produksi Nasional, Nur Indah Kristiani yang mewakili Direktur Neraca dan Produksi BPS, Dody Herlando.

Perbaikan pada sektor pertanian juga berdampak besar pada kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTP). NTP mengalami kenaikan 0,74 persen jika dibandingkan 2019. Sedangkan NTP di bulan Desember (M to M) naik sebesar 0,37 persen. Adapun NTUP mencapai 0,70 persen di Desember 2020.

Kedepannya,  sektor pertanian memiliki peluang besar untuk meningkatkan Ekonomi Nasional. Sebab sampai saat ini rata rata pendapatan petani mencapai 1,9 juta dan menumbuhkan lapangan usaha pertanian sebesar 13 persen.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018