Tuesday, 28 June 2022


Agro Solution Raih Penghargaan Inovasi Terbaik Disaat Pandemi

23 Apr 2021, 06:51 WIBEditor : Yulianto

Dirut PT. Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman | Sumber Foto:Dok. Pupuk Indonesia

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--Program Agro Solution PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih penghargaan sebagai "The Best Innovation in Social Business Model" dalam ajang "iNews Maker Award 2021" di Jakarta, Rabu (7/4). Program inovatif pertanian ini dinilai paling banyak memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi di tengah wabah Covid-19 oleh juri diajang bertema "Outsmart The Pandemic: Fostering Innovation and Agility To Survive The Uncertainty".

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman menjelaskan, Agro Solution adalah program pendampingan intensif kepada petani dan budidaya pertanian berkelanjutan, serta melibatkan rantai pasok.

Tujuan Agro Solution adalah membantu meningkatkan produktivitas pertanian. Bila produktivitas meningkat dan dapat dipasarkan dengan harga yang bagus, maka pendapatan petani juga meningkat. Pada akhirnya kesejahteraan petani juga akan semakin baik.

Program ini juga mengedukasi petani meskipun menggunakan pupuk non-subsidi, tetap bisa mendapatkan keuntungan. Kami memberikan pendampingan secara holistik dan langsung pada budidaya tanaman padi oleh petani, baik melalui kegiatan on farm maupun off farm, dan melibatkan banyak stakeholder pertanian maupun non pertanian," ujar Bakir.

Dalam model pendampingan langsung on farm, Pupuk Indonesia menyediakan berbagai produk input pertanian non-subsidi berkualitas, meliputi pupuk, benih berkualitas, pestisida dan lain sebagainya. Petugas di lapangan juga memberikan pengawalan teknologi dan bimbingan teknis budidaya pertanian secara kontinyu.

Sedangkan pada kegiatan off farm, lanjut Bakir, program ini memberikan akses permodalan kepada petani melalui perbankan menggunakan skema KUR, jaminan atas risiko gagal panen oleh perusahaan asuransi Jasindo, serta kepastian pembelian hasil panen oleh trader atau offtaker termasuk Bulog.

Bakir mengungkapkan, telah banyak success story yang dicatat dari program ini. Sejauh ini, pilot project program Agro Solution telah mencatatkan hasil positif di beberapa kabupaten di Jawa Timur seperti Banyuwangi, Jember, Bima, Dompu, Ponorogo, Magetan, Madiun, dan Tuban.

Di wilayah-wilayah tersebut, program Agro Solution telah dilaksanakan di 2.815 hektar lahan dan melibatkan 2.078 orang petani. Khusus untuk wilayah Jawa Timur tim Agro solution dari Petrokimia Gresik yang turun langsung.

Tercatat, terjadi peningkatan panen gabah kering rata-rata sebesar 55,8 persen dan jagung kering sebesar 45 persen pada wilayah-wilayah tersebut. Keuntungan petani pun turut meningkat. Dari panen gabah kering sebesar 91 persen dan dari jagung kering sebesar 60 persen"Program ini merupakan langkah nyata perusahaan mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani," kata Bakir.

Agro Solution resmi diluncurkan Pupuk Indonesia di Kabupaten Jember pada 5 November 2020 lalu. Melihat hasil positif dari program ini, Pupuk Indonesia menargetkan Agro Solution bisa dilaksanakan di lahan seluas 50.000 ha pada tahun 2021.

Target tersebut dilaksanakan oleh lima anggota holding, yaitu Petrokimia Gresik dengan target lahan 16.000 hektar, kemudian Pupuk Kalimantan Timur (12.000 hektar), Pupuk Kujang (10.000 hektar), Sriwidjaja Palembang (8.000 hektar), dan Pupuk Iskandar Muda (4.000 hektar). Saat ini, Agro Solution telah dilaksanakan pada 10.861 hektar lahan di berbagai wilayah Indonesia. 

"Faktor utama keberhasilan program ini adalah pendampingan atau kawalan teknologi. Dengan adanya peningkatan produktivitas secara signifikan, serta akses permodalan dan pasar yang dipermudah, maka pendapatan petani meningkat sehingga petani tidak lagi tergantung pada pupuk bersubsidi," tuturnya.

 

Reporter : Iqbal
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018