Thursday, 17 June 2021


PPN Beras dan Gula, Pukul Balik Petani

11 Jun 2021, 21:51 WIBEditor : Yulianto

Beras dan gula bakal kena PPN 12 persen | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pemerintah berencana mengenakan PPN terhadap barang kebutuhan pokok mulai beras hingga gula sebesar 12 persen. Hal tersebut tertuang dalam revisi UU No 6 Tahun 1983 tentang RUU KUP.

Menanggapi hal tersebut Zulharman Djusman, Wasekjend KTNA Nasional mengatakan, dampak diberlakukannya PPN kebutuhan pokok akan berimbas global se-Indonesia dan membuat gaduh di masyarakat, bukan hanya konsumen yang bakal terkena dampaknya, tapi juga petani dan nelayan.

“Asumsi apakah harga dinaikkan oleh petani atau nelayan, namun di pasar akan down demand (rendahnya permintaan pasar). Dampaknya petani dan nelayan yang akan merugi,” katanya.

Dampak lainnya menurut Zulharman, akan berimbas ke konsumen yang mengerem membeli produk pertanian, karena harganya tinggi. Kondisi itu kembali berdampak sangat signifikan bagi pemasaran produk hasil bumi petani.

Sebagai solusi, Zulharman mengusulakn agar pemerintah memberikan subsidi harga bagi produk petani/nelayan untuk menjaga stabilitas harga. “Ini pun sebenarnya sudah diharapkan petani jauh-jauh hari, namun hingga kini tidak ada realisasinya,” sesalnya.

Bahkan Ia menyesalkan, info selanjutnya malah pemerintah akan mengurangi hingga mencabut subsidi pupuk bagi petani/nelayan. Berdasarkan info dari Kementerian Perekonomian, subsidi pupuk yang awalnya untuk petani dengan luas kepemilikan lahan 2 ha akan diturunkan hanya untuk petani yang lahannya 1 ha.

Jika ke depan hal ini terjadi, menurut Zulharmansyah, dunia pertanian dan perikanan akan mengalami kegoncangan, terutama petani/nelayan tradisional. “Jika pemerintah jeli paling tidak kebijakan PPN terhadap produk pertanian ini bisa diterapkan kepada pengusaha yang sudah bersekala besar, bukan diterapkan kepada petani/nelayan yang masih mengandalkan produknya terhadap teknologi tradisional,” tuturnya.

Namun masukan tersebut diakui, masih harus dikaji kembali mengingat semua sektor ekonomi saat ini sedang lesu dan kurang berjalan. Bahkan rakyat masih tetap butuh perhatian dan bantuan pemerintah terutama pelaku ekonomi seperti petani dan nelayan.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018