Sabtu, 01 Oktober 2022


DPRD Sumut Sosialiasikan Perda Perlindungan Lahan Pertanian

06 Jul 2021, 09:13 WIBEditor : Yulianto

DPRD Sumut sosialisasikan Perda Perlindungan L:ahan Pertanian | Sumber Foto:RE Gultom

TABLOIDSINARTANI.COM, Sedang Bedagai---Alih fungsi lahan yang terus meningkat tiap tahun menjadi ancaman bagi upaya peningkatan produksi pangan. Guna mencegahnya, DPRD Sumatera Utara terjun membantu menyosialisasikan Perda Provinsi Sumatera Utara No. 3 tahun 2015 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan merupakan hal yang sangat mendasar dan penting  karena  kebutuhan, kelangsungan hidup bangsa dan negara. Hal ini  sejalan dengan program kerja DPRD Sumut.

Anggota DPRD Sumut, Azmi Yuli Sitorus dari Dapil Kab. Serdang Bedagai dan Kota Madya Tebing Tinggi melakukan sosialisasi ke Kelompok Tani Tunas Baru, Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (3/7).

“Tujuan dilaksanakan sosialisasi peraturan Daerah Sumatera Utara adalah melindungi kawasan hutan, kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan,” kata Azmi.

Selain itu lanjutnya juga melindungi kepemilikan lahan petani, meningkatkan kemakmuran kesejahtraan petani, menyediakan lapangan kerja yang layak dan kesimbangan ekologi, serta merevitalisasi pertanian.

Dalam perda ini ungkap Azmi, juga memberikan jaminan dalam penetapan harga komoditi pokok yang menguntungkan petani serta memfasilitasi sarana prasarana produksi pertanian dan lainnya.

Untuk mencapai produksi maksimal pemerintah juga harus melakukan pemberdayaan petani dari pengayaan kelompok tani,pemberian modal pinjaman atau KUR dan lain sebagainya,” tuturnya.

Menurutnya, upaya perlindungan laham pertanian tidak terlepas dari kepentingan umum. Karena itu petani atau masyarakat harus memahami beberapa pengecualian seperti pembuatan jalan umum, waduk, bendungan, irigasi, rel kereta api, jaringan listrik dan sebagainya.  

“Untuk kepentingan umum harus dapat diterima masyarakat, tapi setelah ada kajian akademis yang berdampak sosiologi masyarakat pedesaan,” tegasnya.

Azmi mengungkapkan, perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan ini memang menjadi pemikiran. Data menyebutkan lahan pertanian di Sumatera pada tahun 2014 luas sawah sebear 399.913 hektar (ha) dan cadangan 34.551. ha.

Lahan ini tidak selamanya dapat dipertahankan, karena adanya pertambahan jumlah penduduk, serta industri yang terus tumbuh dan berkembang, sehingga harus dilakukan kajian,” tuturnya.

Ke depan menurut Azmi, harus ada inovasi bagaimana penggunaan lahan sedikit, tapi peningkatan hasil bisa tiga kali lipat. “Saya berharap masyarakat dan pemerintah bisa memahami untuk swasembada pangan berkelanjutan dengan wawasan lingkungan, serta menjadikan Indonesia menjadi limbung pangan dunia tahun 2045,” katanya.

Reporter : RE. Gultom
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018