Sunday, 24 October 2021


Diterpa Badai Corona, Koperasi Mampu Bertahan

14 Jul 2021, 09:04 WIBEditor : Yulianto

Anie Alfiana, Ketua Koperasi Petani Indonesia | Sumber Foto:Suroyo

TABLOIDSINARTANI.COM, Serang--- Tiap 12 Juli, bangsa Indonesia memperingati Hari Koperasi Nasional. Tahun ini merupakan Hari Koperasi ke-74 tahun. Koperasi menjadi salah satu lembaga ekonomi yang mampu bertahan meski diterpa badai pandemi corona.

Ketua Koperasi Petani Indonesia (KPI) Banten Anie Afiana mengungkapkan, di tengah arus utama dunia usaha yang masih didominasi kewirausahaan atau usaha sendiri-sendiri, koperasi bagaikan padi huma di hamparan sawah.

"Ditengah situasi pandemi covid-19 dan ketidakpastian ekonomi global, koperasi menjadi lembaga ekonomi yang masih bisa bertahan. Dengan mengedepankan kekuatan orang per orang, bukan modal, usaha digerakkan secara bersama-sama,” kata Anie.

Anie menuturkan, koperasi dibangun atas kepercayaan pada kekuatan sendiri. Diistilahkan Bung Hatta sebagai self help dalam memberantas penyakit inferiority complex warisan kolonialisme. Karena itu koperasi sebagai senjata persekutuan si lemah untuk mempertahankan hidup.

"Inilah yang membedakan koperasi dengan usaha sendiri-sendiri. Penekanan ini amatlah penting dilapangan perekonomian rakyat banyak yang membedakan bahwa ekonomi bukan hanya modal, melainkan juga sekumpulan orang,” ujar perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Biro Koperasi Serikat Petani Indonesia (SPI) Banten.

Ditemui ditempat berbeda, Angga Hermanda, Sekretaris Lembaga Kajian Damar Leuit Banten mengungkapkan, diusia yang ke-74 tahun, koperasi Indonesia mesti menjadi pembeda dalam dunia usaha. Koperasi sebagai kawah candradimuka usaha bersama harus bisa menjawab tantangan zaman baru.

Koperasi juga lah yang merupakan terjemahan bentuk ekonomi kekeluargaan dalam Pasal 33 UUD 1945. Karena itu aktor perkoperasian harus semakin bersatu padu, berjejaring, bahu membahu, mengerjakan dan menggiatkan apa yang disebut 'koperasi ke koperasi' itu,” kata alumni Sosial Ekonomi Pertanian Faperta Untirta ini kepada Tabloid Sinar Tani (13/7)

Ditinjau dari sejarah dan perkembangan saat ini, Angga mengatakan, tulang punggung koperasi memang berada di perdesaan. Karena itu, pemerintah harus terus memberikan stimulus dan insentif kepada koperasi-koperasi petani untuk tumbuh dan berkembang. “Koperasi petani adalah masa depan perkoperasian nasional,” katanya.

Perlu diketahui penetapan Hari Koperasi karena pada 12 Juli 1947 di Tasikmalaya, Jawa Barat Kongres Koperasi ke-1 dimulai. Keputusan penting dalam Kongres I Koperasi tersebut antara lain untuk mendirikan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya.

Keputusan lainnya adalah menetapkan Kekeluargaan dan Gotong Royong sebagai asas Koperasi, memperluas pendidikan koperasi kepada kalangan pengurus dan pegawai koperasi serta kalangan masyarakat. Kongres itu juga mengusulkan berdirinya “Koperasi Desa” dalam rangka mengatur perekonomian perdesaan dan menetapkan 12 Juli sebagai Hari Koperasi.

 

Reporter : Suroyo
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018