Sunday, 24 October 2021


Sambut Rembug Paripurna KTNA di Usia Emas

20 Sep 2021, 13:19 WIBEditor : Yulianto

KTNA | Sumber Foto:Dok. KTNA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan atau populer disebut Kelompok KTNA berencana menggelar Rembug. Pasca wafanya Ketua Umum KTNA, Winarno Tohir, organisasi yang selama ini cukup mengakar dipetani belum memilih kembali nahkoda baru. Saat ini, H. Basjir DA diamanahkan menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum KTNA Nasional.

Sebagai sebuah organisasi petani, KTNA merupakan organisasi independen yang dipelopori dan didirikan tokoh dan pengurus kelompok tani dari desa maupun kelurahan yang tersebar di seluruh Indonesia. Bisa dibilang usia KTNA tak muda lagi, bahkan 23 September 2021 menginjak usia emas.

KTNA pertama kali dicetuskan pada 23 September 1971 di Cihea, Jawa Barat saat PENAS (Pekan Nasional) 1. Saat ini masih disebut Badan Musyawarah Kontak Tani (BAMUKTI) yang kemudian dikenal dengan sebutan Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (Kelompok KTNA).

Pengurus KTNA dipilih secara berjenjang, mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten kota, provinsi sampai paling tinggi tingkat nasional. Pada Kamis 23 September 2021 bertepatan ulang tahun emas (ke-50), KTNA akan menggelar Rembug Paripurna  yang merupakan kedaulatan tertinggi dalam organisasi.

Menjelang Rembug Paripurna KTNA, Tabloid Sinar Tani berkesempatan mewawancarai Sekretaris Jenderal Kelompok KTNA Nasional, HM Yadi Sofyan Noor. Berikut ini hasil wawancaranya.

KTNA berencana akan menyelenggarakan Rembug Paripurna KTNA, adakah agenda khusus?

Agenda utama Rembug Paripurna adalah pergantian pengurus untuk 5 tahun berikutnya. Selain itu juga akan dilakukan menyempurnakan AD/ART dan peraturan organisasi serta menyusun program kerja lima tahun kedepan. Jadi kami akan  menetapkan Program Umum Organisasi lima tahunan, kemudian menilai pertanggungjawaban Pengurus Kelompok KTNA Nasional Periode 2015-2021. Selain itu, memilih Ketua Umum sekaligus menjadi ketua tim formatur untuk menyusun Pengurus Kelompok KTNA Nasional Periode 2021-2026, serta  membuat Keputusan dan Ketetapan Organisasi.

Apa agenda ke depan KTNA?

Untuk agenda ke depan biasanya kita susun melalui Musyawarah Kelompok melalui sidang Komisi. Kita akan bagi 3 sidang komisi yakni, sidang komisi organisasi, sidang komisi program dan sidang komisi rekomendasi. Dari hasil masukan sidang-sidang inilah biasanya menjadi agenda KTNA kedepan.

Bisa diceritakan sedikit, bagaimana keanggotaan KTNA?

KTNA terdiri dari komunitas petani dan nelayan yang terpilih untuk mewakili daerah. Mereka memiliki kualifikasi dalam kemampuan di bidangnya masing-masing dan mempunyai karakter pionir dan patriotis dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya di bidang agribisnis. Karena itu organisasi KTNA ada pada level daerah, kabupaten, provinsi dan nasional.

KTNA juga membawahi beberapa organisasi dalam sektor agribisnis. Salah satunya adalah IKAMAJA (Ikatan Keluarga Alumni Magang Jepang). Anggota dari IKAMAJA ini adalah generasi muda yang meneruskan aspirasi dari senior-seniornya yang sudah mapan dalam sektor agribisnis. Anggota Utama adalah Pengurus KTNA Nasional, 34 pengurus KTNA Provinsi, 514 pengurus kabupaten/kota, pengurus Kecamatan, desa dan kelurahan seluruh Indonesia. Anggota biasa adalah hampir semua kelompok Tani nelayan yang ada di Indonesia.

Mencermati kondisi pertanian Indonesia saat ini, bagaimana KTNA bersikap?

Menurut kami masih jalan di jalur normal saja.  Apapun yang disebut  terobosan dengan istilah Korporasi, Food Estate, Rice Estate, pertanian 4.0 dan 5.0, Menuju Lumbung Pangan Tahun 2045, semuanya menurut kami  pengurus Kelompok KTNA Nasional adalah hal-hal yang memang harus segera dilakukan. Tetapi hal mendasar yang harus dilakukan adalah mengatur sistem prasarana produksi dan tata niaga pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir yang nyaman untuk para petani dan nelayan kita. Sepertinya sekarang ini sudah menjadi biasa, mau tanam pupuk sulit didapat, saat panen raya harga jatuh dan masih banyak lagi masalah yang memang harus menjadi perhatian khusus.

Apa harapan KTNA terhadap pemerintah?

Harapan KTNA kepada Pemerintah adalah karena pertanian dan perikanan itu merupakan hajat hidup orang banyak untuk bangsa Indonesia. Petani dan nelayan merupakan bagian yang besar juga dari bangsa ini, maka sudah sepantasnya Pemerintah harus memberikan perhatian yang lebih besar untuk membangun pertanian dan perikanan. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.

Harapan tersebut sesuai dengan visi  dan juga menjadi motto KTNA : "Bersama KTNA Maju Sejahtera" sedangkan misi yang menjadi tujuan KTNA adalah  mengembangkan profesionalisme petani dan nelayan, membangun rasa tanggungjawab, kesetiakawanan dan keadilan sosial, menumbuhkembangkan dan melestarikan nilai-nilai perjuangan KTNA dalam mengentaskan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Selain itu, membangun watak petani nelayan yang beretos kerja tinggi, disiplin, produktif, berkualitas, hemat, mandiri dan berperilaku mulia dalam kehidupan

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018