Kamis, 01 Desember 2022


Hadapi Berlanjutnya COVID-19, Kementan Siapkan Strategi Automatic Adjustment

24 Jan 2022, 17:39 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Kepastian Indonesia lepas dari Pandemi COVID 19 hingga sekarang masih abu-abu. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai sumber pendapatan Kementerian/Lembaga untuk melakukan program kegiatan di tahun 2022 dipastikan dilakukan automatic adjustment.

Berkaca pada tahun ini dan sebelumnya, pelaksanaan APBN diwarnai kejutan bagi kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (pemda). Di mana saat ada lonjakan kasus Covid-19, pemerintah langsung menginjak rem berupa pemotongan anggaran atau dikenal dengan nama realokasi dan refocussing. Dampaknya memang merepotkan bagi Kementerian dan Pemda lantaran harus mengubah perencanaan anggaran dalam waktu singkat. Beberapa ada yang sigap, namun tidak sedikit yang ketika situasi mulai normal pelaksanaan anggarannya jadi berantakan, sehingga penyerapan jadi terganggu.

Untuk tahun 2022, Presiden RI mengarahkan automatic adjustment sebagai langkah strategis di tahun 2022 untuk mitigasi berlanjut dan memburuknya  COVID 19. Adapun besaran Automatic Adjustment ini mencapai 5 persen pada setiap kementerian. 

Kementerian Pertanian (Kementan) sendiri mencadangkan sekitar Rp 680 Milyar. Adapun kriteria yang melekat pada pencadangan ini adalah Tunjangan Kinerja yang melekat pada Gaji ke 13 dan THR, 10 akun belanja barang seperti honor, perjalanan dinas, paket meeting, belanja operasional barang, dan belanja operasional non barang. Termasuk kegiatan yang diperkirakan tidak dapat dipenuhi hingga akhir semester 1 TA 2022 dan belanja modal serta belanja sosial yang diperkirakan tidak dapat terserap alamiah sampai akhir tahun 2022.

“Ada kekhususan dalam Automatic Adjustment ini dan berbeda dengan dibintangi untuk refocussing. Bedanya, nanti ketika dana tersebut tidak digunakan sebagai cadangan, dana bisa dirilis,” tutur Sekjen Kementan, Kasdi Subagyono dalam Rapat Kerja tahun 2022 dengan Kementerian Pertanian, Senin (24/01).

Dibandingkan dengan Direktorat dan Badan lain, Badan Ketahanan Pangan mendapatkan Automatic Adjustment yang lebih besar yakni 409,6 Milyar dari 445,996 Milyar APBN 2022 yang diberikan. 

Dipilihnya Badan Ketahanan Pangan (BKP) yang dilakukan Automatic Adjustment, dinyatakan Kasdi karena  berkaitan dengan transformasi BKP ke Badan Pangan Nasional. “Jadi, jika ada transformasi ini, maka anggaran BKP ini tetap ada di Kementan. Hal ini diperbolehkan oleh Dirjen Anggaran Kemenkeu,” sebut Kasdi.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018