Monday, 08 August 2022


Jokowi Gelar Rapat Terbatas, Menteri : Bahas Solusi Pangan dan Energi

19 Jul 2022, 09:39 WIBEditor : Gesha

Rapat terbatas | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Senin siang (18/07) Presiden Joko Widodo mengadakan rapat terbatas dengan para menterinya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Dalam rapat, Pemerintah mengantisipasi potensi krisis pangan dan krisis energi dengan sungguh-sungguh sesuai arahan Presiden Jokowi.

"Pertama, tadi kami rapat dipimpin Bapak Presiden (Jokowi) itu mengenai pangan dan energi. Melihat situasi dunia, memang dua bidang ini harus sungguh-sungguh kita antisipasi," kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. 

Presiden Jokowi juga meminta semua jajaran kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian (K/L) terkait harus memperhatikan dengan saksama.

"Kemudian, selain mengantisipasi krisis itu, ini juga bisa menjadi peluang bagi Indonesia. Sehingga, antisipasi ini bisa menjadi peluang bagi kita untuk meningkatkan produksi bahkan ekspor," imbuhnya.

Dalam rapat terbatas tersebut, salah satu yang dibahas ialah soal produk turunan kelapa sawit. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan Pemerintah akan mengembangkan produk turunan kelapa sawit berupa minyak makan merah yang berbasis koperasi.

Menurut Teten, minyak makan merah menjadi solusi alternatif dari penggunaan minyak goreng biasa. Dengan menggunakan minyak makan merah, katanya, harga menjadi lebih murah namun kandungan protein dan vitamin A lebih tinggi. 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah sedang mempersiapkan strategi khusus pada 2023 untuk menghadapi krisis pangan dan energi.

"Pertama kalau kita lihat fundamental ekonomi Indonesia relatif kuat. Dari segi inflasi kita 4,2 persen, pertumbuhan masih di 5 persen. Negara lain, Eropa rata-rata (inflasi) 8 persen, Amerika Serikat 9,2 persen, kemudian tentu kita lihat dana pihak ketiga di atas 10 persen, pertumbuhan kredit di atas 9 persen jadi relatif ekonomi Indonesia bergerak," kata dia.

Airlangga menambahkan, indeks keyakinan konsumen di Indonesia mencapai 128 atau berada pada area optimis (lebih besar dari 100). Indeks keyakinan konsumen adalah indeks yang mencerminkan keyakinan konsumen Indonesia mengenai kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen dalam periode yang akan datang.

"PMI (Purchasing Managers Index) 50,2 karena memang ekspor CPO masih ada hambatan tapi sudah mulai berjalan sehingga tentu dalam 26 bulan neraca perdagangan kita positif. Tadi kita rapat mengenai pangan, mengenai pangan sendiri sampai akhir tahun ini kita relatif aman termasuk beras termasuk stok beras cukup," tambahnya.

 

Reporter : Nattasya
Sumber : Sekretariat Presiden
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018