Wednesday, 21 October 2026


Pejabat Menko Perekonomian: Skor Indeks Ketahanan Pangan Indonesia Naik  

18 Dec 2022, 02:10 WIBEditor : Yulianto

Cadangan beras pemerintah daerah

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Indeks ketahanan pangan Indonesia sejak beberapa tahun lalu mengalami peningkatan. Peringkat ketahanan pangan Indonesia menurut GFSI meningkat dari skor 59,2 di tahun 2021 menjadi 60,2 di tahun 2022.

Demikian diungkapkan Asisten Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Muhammad Saifulloh saat outlook diskusi publik Indef dengan mengutip data Global Food Safety Initiative (GFSI).

Secara peringkat, menurut Saifulloh, posisi Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup bagus dari tahun ke tahun. Hal ini terlihat dari posisi Indonesia yang tadinya berada di peringkat 69 pada tahun 2021 naik ke peringkat 63 pada tahun 2022 dari 113 negara di seluruh dunia.

"Capaian ini tidak lepas dari upaya kementan melalui peningkatan kapasitas produksi,  diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, pengembangan pertanian modern dan program gerakan tiga kali ekspor," katanya.

Kepala Center Makro Ekonomi dan Keuangan Indef, Rizal Taufikurahman mengatakan, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang paling kuat dan tidak goyah terhadap guncangan krisis dunia. Jika produksi turun hal itu karena faktor cuaca ekstrem yang melanda seluruh dunia. "Curah hujan yang ekstrem berpengaruh terhadap sektor pertanian. Tapi di tahun 2023 saya optimis pertanian berkembang baik dan tren produksinya juga akan naik," katanya.

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Statistik dan Produksi BPS, M Habibullah mengatakan, pertanian merupakan sektor tiga besar dalam menopang ekonomi nasional dengan nilai 12,91 persen. Bahkan dari sisi penyerapan kerja, pertanian merupakan yang terbesar dibandingkan sektor lainya.

Sektor pertanian itu adalah sektor yang posisinya tiga besar dalam penopang perekonomian Indonesia yaitu sekitar 12,91 persen. Dari sisi penyerapan tenaga kerja sektor pertanian juga merupakan yang terbesar. Hanya saja, persoalannya adalah bagaimana kita membangkitkan ekonomi dari sektor pertanian dalam kategori suster nebility kalau posisi petani mudanya tidak kita dorong.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018