Sabtu, 24 Februari 2024


Mentan Amran Pastikan 1,7 Juta Hektar Sawah Tumbuh di Januari 2024

18 Jan 2024, 08:55 WIBEditor : Gesha

, Mentan Amran mampu menggebrak sektor pertanian secara cepat dan tepat. Gebrakan itu antara lain ditandai dengan pencapaian swasembada komoditas pangan utama seperti beras, jagung, cabe dan bawang merah. | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Menteri Pertanian Amran Sulaiman sudah memastikan ada pertanaman seluas 1,7 Juta Hektar sawah di Musim Tanam 1 khususnya di Januari 2024.

“Januari kita harus kejar jangan di bawah 1,5 juta hektare, kami target 1,7 juta hektare. Sehingga, tiga bulan ke depan kita sudah produksi dan tidak shortage, tidak kekurangan,” kata Mentan Amran.

Lebih lanjut Amran menjelaskan, awal masa tanam I, dimulai Desember 2023 lalu, penanaman padi berhasil mencapai 1,5 juta hektare.

"Alhamdulillah, Desember kita capai 1,5 juta hektare. Artinya, jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan satu bulan, bukan satu tahun. Dengan demikian, produksi pada bulan Januari, Februari, dan Maret dapat memenuhi total 3 juta hektare, memberikan keamanan pasokan," sebutnya.

Sementara itu, Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), menyatakan jika penanaman padi musim tanam I mencapai lebih dari 1 juta hektare, perkiraan panennya akan melebihi 2,5 juta ton. 

"Jika Mentan Amran sudah menyebutkan di atas 1,3 juta hektare, kami akan menghentikan impor. Presiden telah memberikan izin untuk impor 2 juta ton pada tahun 2024 ini karena diprediksi akan terjadi defisit sebesar 2,8 juta ton pada bulan Januari dan Februari," ungkapnya.

Arief menyampaikan bahwa pemerintah terus aktif memajukan produksi padi dan jagung dalam negeri melalui distribusi bibit gratis dan peningkatan alokasi pupuk subsidi sekitar Rp 14 triliun.

"Penting untuk dicatat, Mentan juga memberikan bibit gratis untuk 2 juta hektare tanaman jagung dan padi. Dengan tambahan alokasi pupuk yang disetujui oleh Presiden sebesar Rp 14 triliun, kita berharap ekonomi pertanian bisa mengalihkan fokus dari Vietnam ke Indonesia," ujar Arief.

Selain itu, pemerintah juga telah membangun 61 waduk dan saluran irigasi sebagai langkah antisipatif terhadap kekeringan atau fenomena El Nino, mengingat 70 persen pertanian kita masih bergantung pada curah hujan.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018