Sabtu, 24 Februari 2024


Mentan Amran Bantah Mitos RTUP Menurun : Justru Naik !

23 Jan 2024, 08:32 WIBEditor : Gesha

Mentan Amran Sulaiman saat berkunjung ke sentra produksi bawang merah di Brebes | Sumber Foto:Humas Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa klaim penurunan jumlah petani tidak akurat, karena data menunjukkan peningkatan sebesar 8,74 persen dalam jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) selama dekade terakhir.

“Data Sensus Pertanian 2023 menunjukkan bahwa dalam 10 tahun terakhir jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) meningkat 8,74 persen,” kata Mentan Amran.

Dalam konteks ini, Menteri Pertanian menjelaskan bahwa penurunan 7,45 persen dalam jumlah Usaha Pertanian Perorangan (UTP) terjadi karena peningkatan efisiensi, terutama melalui penggunaan lebih banyak alat dan mesin pertanian yang mengurangi keterlibatan tenaga kerja.

"Justru hal ini menunjukkan keberhasilan transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian modern. Penggunaan mekanisasi berhasil membuat efisiensi waktu pengolahan lahan hingga 97,4 persen,” ucapnya.

Menteri Amran memberikan contoh konkret, yang sebelumnya memerlukan 20 orang untuk menanam satu hektar, kini dapat dilakukan oleh satu orang dalam waktu 5 jam. 

Demikian juga pada saat panen, penggunaan combine harvester memungkinkan hanya 2 orang untuk menangani satu hektar dalam waktu 4 jam. Ini mencerminkan efisiensi yang signifikan dalam sektor pertanian.

Data dari BPS juga mencatat peningkatan sebesar 35,54 persen dalam jumlah Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum (UPB). 

Selain itu, terdapat peningkatan yang signifikan pada jumlah petani milenial, mencapai 6,183,009 orang atau sekitar 21,93 persen dari total petani Indonesia. 

“Petani milenial saat ini 16,78 juta orang menurut data BPS terkini, dan terus akan bertambah. pemerintah terus mendorong regenerasi petani dan terlihat berbagai program kita memberi dampak positif,” jelasnya.

Mentan juga menyebutkan, Peningkatan mekanisasi pertanian di Indonesia sangat mencolok, dengan level yang terus meningkat dari 0,5 Horse Power (HP) per hektare pada tahun 2015 menjadi 2,1 HP pada tahun 2021. 

Proyeksi untuk tahun ini menunjukkan peningkatan lebih lanjut menjadi sekitar 3,5 HP per hektare. Pemerintah berambisi agar tingkat mekanisasi Indonesia setara dengan negara-negara maju seperti Jepang dan Taiwan.

Reporter : Nattasya
Sumber : Kementan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018