Jumat, 23 Februari 2024


Meski Butuh Proses, Mentan Amran Pamerkan Hasil Food Estate

23 Jan 2024, 09:09 WIBEditor : Gesha

Mentan, Andi Amran Sulaiman saat pencangan tanam di Tuban | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dengan bangga menunjukkan bahwa berbagai food estate yang tengah dikembangkan di beberapa daerah telah mencapai kesuksesan dan sesuai dengan target yang ditetapkan.

Calon wakil presiden nomor urut dua dan tiga mengkritik proyek lumbung pangan atau food estate di bawah tanggung jawab Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Mahfud bersama Cak Imin sepakat proyek food estate tersebut tidak hanya gagal, tetapi juga berdampak buruk bagi petani dan masyarakat adat.

"Program food estate gagal dan merusak lingkungan yang benar saja, rugi dong kita," tukas Mahfud.

Menyikapi kritik tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan bangga memperlihatkan hasil positif dari berbagai proyek yang sedang berjalan di beberapa daerah, sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Ia menegaskan bahwa food estate bukanlah proyek instan, sebab membutuhkan waktu dan proses. Faktanya, Indonesia memiliki 10 juta hektar lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan untuk pertanian.

"Kami sekarang menggarap itu, butuh proses, butuh teknologi agar menjadi lahan produktif,” jelas Mentan dalam keterangan resminya.

Contohnya, Food Estate di Humbang Hasundutan mencakup 418,29 hektare, sementara Food Estate Temanggung dan Wonosobo seluas 907 hektare telah sukses dalam panen komoditas hortikultura.

Di samping itu, upaya intensifikasi di Kalimantan Tengah berhasil meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan di kawasan Pulang Pisau dari tahun ke tahun.

Di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kabupaten Keerom, Papua, telah berhasil melakukan panen jagung di lahan seluas 500 hektare.

"Food estate Gunung Mas juga telah sukses panen jagung di lahan seluas 10 hektare dan singkong seluas 3 hektare. Kami terus memantau perkembangan lahan tersebut," ungkap Mentan.

Mentan Amran menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi pilar ekonomi nasional yang mampu meredam inflasi.

"Pada tahun 2017, sektor ini berhasil menurunkan inflasi sebanyak 1,26%, mendapatkan apresiasi dari Badan Pangan Dunia (FAO). Kesuksesan swasembada beras pun mendapat apresiasi positif," katanya.

Indonesia bahkan telah menghentikan impor bawang merah sejak 2016, bahkan pada tahun 2017, negara ini berhasil mengekspor bawang merah ke enam negara, termasuk Thailand.

Lebih lanjut, swasembada beras telah tercapai pada tahun 2018, 2019, dan 2020. Tak hanya itu, komoditas jagung, telur, dan ayam juga mencapai swasembada pada tahun 2018.

Reporter : Nattasya
Sumber : Kemen
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018