Saturday, 18 April 2026


Food Estate Pulang Pisau Panen Raya, Kejar Target 5,5 Ton/Ha

26 Feb 2024, 16:34 WIBEditor : Gesha

Panen di Pulang Pisau

TABLOIDSINARTANI.COM, Pulang Pisau -- Saat ini, banyak wilayah, termasuk Kawasan Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, sedang memasuki musim panen padi yang melimpah. Mereka bertekad mencapai target produksi sebesar 5,5 ton per hektar.

Kepala Dinas Pertanian Pulang Pisau, Godfriedson, mengatakan panen raya telah dimulai di lima kecamatan, dengan sekitar 20 persen dari total luas lahan 7.164 hektar sudah dipanen. 

Saat ini, sekitar 199 hektar sudah dipanen, sementara sisanya sekitar 6.976 hektar diperkirakan akan dipanen secara bertahap antara pertengahan Maret hingga awal April, dengan rata-rata hasil sekitar 5,5 ton GKP per hektar.

Godfriedson juga melaporkan di Desa Sebangau Mulya, sekitar 50 hektar dari total 60 hektar lahan yang ditanam telah dipanen, sedangkan di Desa Tahai Baru, sekitar 25 hektar dari total 730 hektar lahan yang ditanam telah dipanen.

Total ada sembilan desa yang sedang melakukan panen dari lima kecamatan, dengan produktivitas bervariasi antara 2 hingga 5 ton per hektar.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, mengungkapkan apresiasinya terhadap terlaksananya panen padi di wilayah Pulang Pisau.

"Dengan panen padi ini, kami berharap hasilnya dapat mencukupi kebutuhan masyarakat Kabupaten Pulang Pisau khususnya, dan Kalimantan Tengah pada umumnya," ujarnya.

Sunarti menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi juga akan memberikan bantuan, terutama pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), dan sistem irigasi untuk mendukung pertanian di daerah tersebut.

Sunarti menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi juga akan memberikan bantuan, terutama dalam bentuk pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), dan sistem irigasi.

"Selain bantuan dari pemerintah pusat, kami dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan memberikan dukungan melalui para petani kita menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga proses usaha tani dapat berjalan dengan lancar," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus mendorong daerah-daerah di Indonesia untuk mengawal jalannya panen raya tahun 2024. Menurut Mentan, kegiatan panen raya akan memperkuat posisi pangan bangsa dalam beberapa bulan ke depan.

"Dalam mengawal peningkatan produksi pangan dalam negeri, Kementerian Pertanian terus memberikan pendampingan dan bantuan kepada petani Pulang Pisau," ujarnya.

Mentan Amran terus mengingatkan petani untuk mengasuransikan sawahnya melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Pasalnya, cuaca hingga saat ini masih anomali atau tidak menentu yang membuat pertanian rawan gagal panen.

"Program AUTP bertujuan untuk memberikan perlindungan usaha tani padi yang mengalami gagal panen akibat dari banjir, kekeringan, atau serangan OPT. Pemerintah memberikan bantuan premi asuransi tani sebesar Rp 144 ribu per hektar per musim tanam, agar usaha tani padi terus berlangsung," tambah Mentan Amran.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018