Rabu, 14 Januari 2026


Perpadi : Kendalikan Harga dengan Stok Beras

13 Mar 2024, 10:58 WIBEditor : Gesha

Beras di retail modern

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Dalam upaya mengatasi fluktuasi harga beras yang kerap meresahkan, Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) menilai untuk mengendalikan harga dengan menjaga ketersediaan stok beras.

Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso  mengungkapkan, untuk menangani kenaikan harga beras, pemerintah perlu memasukkan sebanyak mungkin stok beras ke pasar guna memperkuat cadangan yang saat ini kurang memadai.

“Kebijakan yang paling jitu adalah bila dapat digelontorkan sebanyak banyaknya beras ke pasar sesuai dengan kebutuhan (mengisi shortage). Penggelontoran tidak boleh sedikit,” kata dia.

Menurutnya, keberhasilan dalam menjaga stabilitas harga tergantung pada ketepatan waktu, jumlah, serta cara distribusi dan penetapan harga yang tepat.

Sutarto Alimoeso menyatakan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium sebesar Rp 1.000 per kilogram tidak dapat segera diterapkan karena masih ada stok lama dengan harga pembelian gabah yang tinggi.

Sebab, proses pengolahan gabah baru juga memerlukan waktu yang cukup, yakni sekitar tujuh hingga 10 hari.

Sebelumnya, mantan Kepala Bulog (Kabulog) itu sempat menyebutkan akar masalah dari langkanya beras premium di ritel modern karena produksi beras di Indonesia, tak mencukupi. Pemerintah tak serius memajukan dunia pertanian. 

"Intinya, kelangkaan beras premium yang berdampak kepada harga, disebabkan karena minimnya produksi. Suka atau tidak, produksi beras nasional selalu turun tiap tahun," ungkapnya.

Sutarto juga mengungkapkan  penurunan produksi beras disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk alih fungsi lahan pertanian, keterbatasan akses petani terhadap pupuk dan bibit yang berkualitas, kurangnya sistem pengairan yang memadai, serta masalah penanggulangan penyakit tanaman.

Selain itu, penutupan bisnis penggilingan kecil akibat munculnya investor besar juga memperburuk persaingan usaha di sektor tersebut.

Dia memperkirakan bahwa masalah kelangkaan dan kenaikan harga beras akan terus muncul kembali karena akar permasalahannya tidak diselesaikan sepenuhnya.

Lebih menyedihkan lagi, pemerintah seringkali mengambil jalan pintas dengan melakukan impor beras secara besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018