Jumat, 12 Juli 2024


Solusi Bulog Atasi Stok Beras Langka di Retail Modern

13 Mar 2024, 11:44 WIBEditor : Gesha

Beras SPHP Bulog | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Dalam menghadapi tantangan stok beras yang langka di retail modern, Badan Urusan Logistik (Bulog) telah mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat. 

Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, mengidentifikasi bahwa kelangkaan beras di retail modern disebabkan oleh perbedaan harga yang melebihi aturan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Meskipun para penjual retail modern berusaha mematuhi HET, harga beras saat ini telah melampaui batas tersebut.

Untuk mengatasi masalah ini, Bulog berencana untuk mengisi stok dengan harga beras di bawah HET, serta memberikan insentif kepada pengecer modern agar tetap memperoleh margin yang memadai.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan ketersediaan beras yang memadai di pasar modern sambil menjaga stabilitas harga.

"Ini tentunya penting buat mereka, jadi itu kita lakukan, sampai dengan saat ini pun Bulog sudah menyalurkan misalnya katakanlah di Jabodetabek saja kami sudah menyalurkan hampir 12.000 ton untuk retail modern saja di luar Pasar Induk Cipinang dan pasar yang lain,” bebernya.

Bayu menyoroti pentingnya relaksasi Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh pemerintah dalam situasi kelangkaan beras.

Dengan relaksasi tersebut, stok beras yang sebelumnya tersedia namun dijual di atas HET dapat terserap ke pasar, memastikan ketersediaan barang meskipun dengan harga sedikit lebih tinggi.

Meskipun masyarakat mungkin perlu menghadapi harga yang lebih tinggi, yang terpenting adalah ketersediaan stok.

Solusi lainnya adalah mendistribusikan beras Bulog dengan harga yang sesuai HET ke penggilingan atau distributor yang memasok ke retail modern, sehingga harga tetap terjaga sesuai ketentuan pemerintah.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pasokan beras di retail modern dapat meningkat, sambil menanggapi perlahan penurunan harga beras seiring dengan masuknya panen baru.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018