Selasa, 23 Juli 2024


Mentan Amran : Produksi Beras di Jateng Ditargetkan Naik 1 Juta Ton

22 Mar 2024, 05:59 WIBEditor : Gesha

Mentan Amran berkunjung ke Desa Bringin, Kecamatan Godong, Grobogan | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Grobogan -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bertekad untuk meningkatkan pasokan beras dengan menargetkan tambahan produksi sebanyak 1 juta ton dari daerah Jawa Tengah (Jateng), yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan bahan pangan pokok secara optimal.

Amran yakin bahwa target tersebut dapat tercapai karena di Jawa Tengah terdapat sekitar 300 hektar lahan dengan Indeks Pertanian (IP) 1,0 yang bisa ditingkatkan menjadi 3,0 melalui pompanisasi.

Dengan meningkatkan IP menjadi 2,0 saja, potensi tambahan produksi beras dari Jawa Tengah bisa mencapai 1 juta ton, sebuah potensi yang luar biasa menurutnya.

Pompanisasi, yang merupakan metode pengairan lahan sawah kering dengan menggunakan pompa, dianggapnya sebagai solusi cepat untuk mengatasi masalah pangan saat ini. 

Fokusnya pada Pulau Jawa dengan minimal 500.000 hektar lahan yang akan diairi dengan pompanisasi karena 70 persen produksi beras berada di Pulau Jawa. Namun, skema pompanisasi juga akan diterapkan di luar Pulau Jawa, dengan target luas pengairan 500.000 hektar di Sulawesi Selatan dan Lampung.

Pupuk Subsidi

Saat Mentan Amran berkunjung ke Desa Bringin, Kecamatan Godong, Bupati Grobogan Sri Sumarni langsung curhat mengenai penyaluran pupuk dan persoalan petani lainnya.

Bupati Sri Sumarni meminta agar penyaluran pupuk bisa dipersingkat, karena petani lebih membutuhkan pupuk daripada uang. Menurutnya, model penyaluran pupuk saat ini menyulitkan petani, meskipun kartu tani sudah dievaluasi sehingga petani bisa menebus pupuk dengan KTP.

Namun, proses menebus pupuk dengan KTP masih memerlukan rekomendasi dari beberapa pihak seperti kepala desa, penyuluh lapangan, dan pengecer. Bupati Sri meminta agar proses ini dipangkas untuk memudahkan petani.

Bupati Grobogan berharap agar pupuk organik kembali mendapatkan subsidi untuk menjaga kesuburan sawah dan meningkatkan produksi pertanian di Grobogan.

Kabupaten Grobogan memiliki luas lahan pertanian sekitar 83.000 hektare, dengan sekitar 45 persen berupa sawah irigasi dan sisanya sawah tadah hujan.

Sedangkan, produksi padi rata-rata selama lima tahun terakhir mencapai 800.000 ton per tahun, menempatkannya sebagai peringkat 7 secara nasional dan peringkat 1 di Jawa Tengah. Selain padi, komoditas unggulan lainnya di Kabupaten Grobogan termasuk jagung, kedelai, bawang merah, pisang, tebu, dan tembakau.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018