Kamis, 20 Juni 2024


IA-CEPA Buka Peluang Luas Bagi Produk Pertanian Indonesia di Pasar Australia

23 Apr 2024, 10:52 WIBEditor : Gesha

Atase Perdagangan RI di Canberra, atas dukungan Kementerian Perdagangan, terus menggalakkan para pelaku usaha produk pertanian Indonesia untuk memasuki pasar Australia | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Atase Perdagangan RI di Canberra, atas dukungan Kementerian Perdagangan, terus menggalakkan para pelaku usaha produk pertanian Indonesia untuk memasuki pasar Australia sebagai pelaksanaan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Australia sejak diberlakukannya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) pada tahun 2020.

Kementerian Perdagangan telah bermitra dengan perusahaan Indonesia, PT Energi Sterila Higiena, dari Jawa Timur untuk mengambil langkah signifikan dengan mengajukan permohonan persetujuan sebagai penyedia jasa iradiasi produk pertanian kepada pemerintah Australia.

Atase Perdagangan RI di Canberra, Agung Haris Setiawan, menyatakan bahwa dirinya sebagai perwakilan perdagangan di Australia siap memberikan bantuan kepada produk pertanian Indonesia untuk memasuki pasar internasional, terutama pasar Australia, mengingat potensi besar yang dimiliki oleh produk pertanian unggulan Indonesia.

Haris menekankan bahwa minat terhadap produk pertanian Indonesia, termasuk manggis, tinggi di pasar internasional dengan ekspor manggis Indonesia mencapai sekitar US$ 75 juta pada 2022.

Namun, kendala utama yang dihadapi adalah aturan biosekuriti yang ketat dalam memasuki pasar Australia. Inisiatif baru ini diharapkan dapat membuka peluang bagi petani dan eksportir manggis Indonesia untuk memasuki pasar baru yang lebih luas dan potensial di negara ketiga.

“Kementerian Perdagangan, bersama dengan Atase Perdagangan RI di Canberra, PT Energi Sterila Higiena, Katalis, dan Pemerintah Australia, bertekad untuk mencapai kesuksesan dalam memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Australia,” jelas Haris.

Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019—2024, Emil Dardak, memberikan apresiasi terhadap langkah PT Energi Sterila Higiena dalam memasuki pasar internasional ini, dengan harapan dapat menginspirasi perusahaan lain untuk melangkah ke pasar yang lebih luas lagi.

Direktur Program Kerja Sama Ekonomi IA-CEPA Katalis, Paul Bartlett, menyambut baik dan siap untuk menyediakan serta memfasilitasi setiap kebutuhan yang diperlukan.

“Langkah ini merupakan komitmen kami untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar Australia,” terangnya.

Dukungan ini juga mendapat apresiasi dari Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Fiona Hoggart, yang menyatakan inisiatif ini memberikan peluang baru bagi para petani dan produsen Indonesia untuk meraih kesuksesan di pasar Australia dan pasar internasional lainnya.

Sementara itu, Pendiri PT Energi Sterila Higiena, Dahlan Iskan, berharap bahwa setelah menyelesaikan semua tahap kajian dan pelatihan yang diperlukan, perusahaan dapat diakui sebagai penyedia jasa iradiasi oleh pemerintah Australia.

Selain itu, dia berharap hal tersebut dapat membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi produk pertanian Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Kementerian Perdagangan dan Atase Perdagangan RI di Canberra dalam upaya kami untuk meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia,” pungkas Dahlan.

 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018