Jumat, 14 Juni 2024


Indonesia dan Vietnam Sepakati Pengembangan Teknologi Pertanian di Wilayah Rawa

21 Mei 2024, 08:34 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Indonesia, Andi Amran Sulaiman, dan Menteri Pembangunan Desa Vietnam, Le Minh Hoan, sepakat untuk berkolaborasi meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia | Sumber Foto:Istimewa

 TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Menteri Pertanian Indonesia, Andi Amran Sulaiman, dan Menteri Pembangunan Desa Vietnam, Le Minh Hoan, sepakat untuk berkolaborasi meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi pengolahan lahan rawa.

"Penguatan kerja sama antara Indonesia dan Vietnam dalam pengembangkan pertanian padi di lahan rawa, khususnya varietas bibit padi untuk lahan rawa dengan produktivitas yang tinggi serta teknologi mekanisasi dan pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman padi di lahan rawa. Disepakati juga untuk mengembangkan sistem pertanian yang ramah lingkungan dan pertanian yang berkelanjutan atau sustainable agriculture," kata Amran.

Amran menyatakan bahwa Indonesia ingin mendorong Program Prioritas Pertanian untuk mengantisipasi krisis global saat ini serta mengatasi kemungkinan terjadinya kekeringan atau banjir ekstrem di berbagai wilayah.

Pemerintah Indonesia, lanjutnya, telah mengambil tindakan cepat dan konkret dalam jangka pendek untuk meningkatkan indeks tanam dan produksi beras nasional.

Hal Ini dilakukan melalui perluasan areal tanam, optimalisasi lahan rawa untuk penanaman padi sekali setahun, sistem tanam terpadu pada lahan sawah dataran rendah (padi gogo) di area perkebunan, serta peningkatan indeks tanam dengan optimalisasi lahan rawa untuk penanaman padi 2-3 kali setahun.

Terkait dengan program prioritas Indonesia tersebut, Amran berharap adanya kerja sama yang kuat dengan pemerintah Vietnam untuk mendorong pengembangan mesin pertanian modern, memperkuat sistem pengelolaan irigasi pertanian, digitalisasi dan mesin pertanian presisi, serta memfasilitasi akses pasar.

Sementara itu, Menteri Pertanian Vietnam menyampaikan permohonan untuk memperoleh pasokan buah-buahan dari Indonesia, khususnya Salak Bali, yang sangat digemari oleh masyarakat Vietnam dan memiliki prospek pasar yang tinggi.

Saat ini, harga Salak Bali dari Indonesia di Vietnam mencapai 250 ribu Dong Vietnam per kilogram atau setara dengan Rp 157 ribu per kilogram.

Pada tahun 2023, total nilai perdagangan komoditas pertanian antara Indonesia dan Vietnam mencapai US$1,93 miliar.

Indonesia memperoleh banyak keuntungan dari ekspor produk perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kakao, dan nilam, serta produk hortikultura, khususnya buah-buahan tropis, dan sarang burung walet (SBW).

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018