Jumat, 21 Juni 2024


Kembangankan Pertanian Modern, Kementan Gandeng Lembaga Riset Padi China

22 Mei 2024, 16:11 WIBEditor : Yulianto

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat melihat drone yang dikembangkan China | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Hang Zhou---Kementerian Pertanian RI menjalin kerjasama dengan China National Rice Research Institute (CNRRI)  untuk pengembangan teknologi pertanian. Kerjasama ini diharapkan dapat membuka jalan dalam mendorong inovasi di dalam negeri.

Kerjasama tersebut disepakati saat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman berkunjungan ke China yang menandai langkah awal kerjasama strategis dalam teknologi pertanian antara Indonesia dan China. Perlu diketahui CNRRI merupakan lembaga riset padi terbesar di China yang berdiri sejak tahun 1981.

CNRRI dikenal sebagai pusat riset terkemuka yang memainkan peran kunci dalam mengkoordinasikan program penelitian padi tingkat nasional dan global. Lembaga ini telah menghasilkan berbagai varietas padi unggul yang resisten terhadap hama dan penyakit, toleran terhadap cekaman lingkungan, dan menggunakan teknologi ramah lingkungan serta hemat biaya.

Dalam beberapa dekade terakhir, CNRRI telah menciptakan terobosan penting, termasuk pengembangan varietas padi hibrida dengan produktivitas rata-rata mencapai 9,7 ton per hektar.

Selain itu, CNRRI juga memanfaatkan teknologi pertanian presisi seperti kecerdasan buatan (AI) dan sistem mekanisasi modern yang terintegrasi, yang sangat meningkatkan efisiensi pertanian.

Kerjasama yang diinisiasi Indonesia ini disambut baik CNRRI dan difokuskan pada beberapa area penting, yakni peningkatan kualitas benih dengan mengembangkan benih yang lebih adaptif terhadap kondisi kekeringan.

Selanjutnya adalah teknologi pertanian modern dengan mengaplikasikan teknologi digital (AI) dan alat mesin pertanian modern seperti mesin pembibitan otomatis,  transplanter, drone, combine harvester, dan RMU.

Tujuan utama kerjasama ini, pertama, peningkatan produksi dan produktivitas dengan memastikan peningkatan hasil panen melalui teknologi dan inovasi terbaru. Kedua, peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dengan memperbaiki pola tanam sehingga lebih efisien dan berkelanjutan. 

Ketiga, selanjutnya tentang upaya penurunan biaya produksi untuk mengurangi biaya hingga 40-60 persen melalui teknologi alat dan mesin pertanian dan metode baru.

Mentan Amran menyatakan, kerjasama ini tidak hanya untuk menjamin kecukupan pangan di kedua negara, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan pangan global. Dengan memadukan keahlian dan teknologi dari CNRRI, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan ketahanan pangan dan mendukung pertanian yang berkelanjutan di masa depan.

Menurut Mentan, Kementerian Pertanian RI optimis bahwa inisiatif ini akan membuka jalan bagi inovasi baru dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia, serta memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan China dalam bidang pertanian.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018